Kumparan Logo

Jangan Panik! Ini Tips Mengatasi Anak Mimisan Menurut Dokter

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mimisan pada anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mimisan pada anak. Foto: Shutter Stock

Mimisan pada anak sering membuat orang tua cemas dan bingung harus berbuat apa, karena biasanya terjadi tiba-tiba atau disertai banyak darah. Padahal sebagian besar kasusnya ternyata tidak berbahaya dan bisa ditangani di rumah.

Dokter Spesialis Anak sekaligus expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, mengatakan mimisan atau perdarahan dari hidung merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dialami anak-anak, terutama usia 2 hingga 10 tahun.

“Mimisan jarang menyebabkan hal serius, namun dapat menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran untuk orang tua,” ucap dr. Reza saat dihubungi kumparanMOM, Senin (4/8).

Kenapa Anak Bisa Mimisan?

Hidung merupakan bagian tubuh yang kaya akan pembuluh darah, dan sebagian besar terletak di permukaan (superfisial) tanpa perlindungan khusus. Karena itu, trauma ringan saja, seperti mengupil atau terjatuh, bisa menyebabkan perdarahan.

Ilustrasi anak mimisan. Foto: Shutterstock

Lebih dari 90% kasus mimisan pada anak disebabkan oleh perdarahan di hidung bagian depan, dan bisa dikategorikan ke dalam dua jenis penyebab:

1. Penyebab Lokal

Penyebab lokal adalah gangguan yang berasal langsung dari hidung. Yang paling sering terjadi adalah idiopatik, yaitu tidak diketahui penyebab pastinya. Selain itu, beberapa pemicu umum lainnya meliputi:

-Kebiasaan mengupil

-Rinitis alergi

-Kelainan bentuk hidung seperti deviasi septum

-Cedera ringan pada hidung

2. Penyebab Sistemik

Ilustrasi anak sakit atau mimisan. Foto: Shutterstock

Mimisan juga bisa disebabkan oleh kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh, meskipun lebih jarang. Beberapa contoh penyebab sistemik antara lain:

-Kelainan darah seperti hemofilia dan leukemia

-Gangguan trombosit, misalnya pada demam berdarah (DBD)

-Hipertensi (tekanan darah tinggi).

“Serta faktor lingkungan seperti suhu dingin, udara kering dan kelembaban udara yang kurang baik,” tuturnya.

Tips Mengatasi Anak Mimisan

Ketika anak mengalami mimisan, orang tua harus tetap tenang agar anak juga tidak panik. Berikut langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan:

Ilustrasi anak mimisan. Foto: Shutterstock

1. Posisikan anak duduk dan condongkan kepala ke depan, bukan ke belakang, agar darah tidak masuk ke saluran napas atau tertelan.

2. Tekan hidung bagian depan secara lembut selama 5–10 menit.

3. Minta anak untuk bernapas lewat mulut dan keluarkan darah yang mungkin tertelan.

4. Bila mimisan belum berhenti setelah 10 menit, ulangi langkah di atas satu kali lagi.

“Segera bawa ke UGD bila mimisan tidak berhenti dengan penekanan. Saat dan setelah mimisan, anak merasa pusing dan tepat pucat, terjadi sumbatan jalan napas, dan mimisan terjadi akibat jatuh yang terkena bagian wajah,” tutup dr. Reza.

kumparan post embed