Kumparan Logo

Jangan Salah! Begini Cara Tepat Bersihkan Vagina setelah Bercinta

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock

Menjaga hubungan rumah tangga agar tetap harmonis penting dilakukan, salah satunya dengan rutin bercinta. Ya Moms, meski sudah punya anak, bermesraan dengan suami tentu tetap perlu.

Nah, agar Anda bisa menikmati hubungan seks yang menyenangkan, pastikan organ intim Anda sehat. Misalnya saja, dengan selalu membersihkan vagina setelah bercinta.

Menjaga kebersihan vagina juga penting dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri dan jamur yang bisa memicu masalah kesehatan. Sebab, saat melakukan hubungan seks, bakteri, dan jamur bisa saja masuk ketika penetrasi dilakukan.

Membersihkan vagina setelah berhubungan seks tidak boleh sembarangan, Moms. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Buang air kecil setelah berhubungan seks

Ilustrasi buang air kecil Foto: Shutterstock

Setelah bercinta, Anda dianjurkan untuk buang air kecil. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari infeksi saluran kemih (ISK). Dokter Spesialis Kandungan, Dr. Angela Jones MD menjelaskan, buang air kecil setelah bercinta dapat membuat Anda terhindar dari ISK, sebab saat penetrasi bakteri dapat masuk ke dalam uretra.

Nah Moms, berkemih setelah bercinta diharapkan bisa membuang bakteri yang ada di dalam uretra sebelum akhirnya masuk ke dalam saluran kemih. Meski begitu, tidak semua wanita bisa langsung buang air kecil setelah bercinta dan hal itu sangat wajar.

Terkait hal itu, Dr. Angela menyarankan agar Anda memperbanyak minum air putih untuk membantu melancarkan buang air kecil. Tetapi jika Anda tak ada rasa ingin buang air kecil, sebaiknya tidak perlu dipaksa. Minum air putih sendiri bisa membuat tubuh tetap terhidrasi karena kehilangan banyak energi setelah bercinta.

"Karena bercinta adalah aktivitas fisik sehingga menjaga kelembapan tubuh merupakan hal yang tak kalah penting," kata Dr. Angela seperti dikutip dari Refinery29.

Cuci vagina dari arah depan ke belakang

Ilustrasi Vagina. Foto: Shutterstock

Jangan salah dalam membersihkan area kewanitaan, ya, Moms. Dilansir Healthline cara membersihkan vagina yang benar adalah dari depan ke arah belakang.

Dengan kata lain, cuci vulva Anda terlebih dahulu, kemudian baru bagian anus. Jika melakukan yang sebaliknya, maka bakteri dari anus justru dapat menyebar ke vagina Anda. Hal itu berisiko menyebabkan infeksi.

Tak perlu menggunakan sabun

Ilustrasi sabun Foto: Pixabay

Anda mungkin akan mencium bau air mani yang keluar setelah bercinta. Meski begitu, tak perlu mencuci vagina dengan sabun ya, Moms.

The American College of Obstetricians dan Gynecologists menjelaskan bahwa vagina Anda sebenarnya bisa membersihkan dirinya sendiri, selama Anda menjaga keseimbangan pH di dalamnya. Salah satu caranya adalah dengan memastikan adanya bakteri baik pada vagina.

Bakteri baik itulah yang akan menjaga keseimbangan pH ideal di vagina Anda, yang seharusnya sedikit asam. Nah Moms, menggunakan sabun untuk membersihkan vagina justru bisa mengurangi bakteri baik yang ada di dalamnya.

Keringkan vagina

Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock

Hal yang penting dilakukan setelah membersihkan vagina adalah mengeringkannya. Kondisi vagina yang kering akan mencegah pertumbuhan bakteri di area tersebut.

Bakteri bisa tumbuh subur di tempat yang hangat dan basah. Jadi, pastikan Anda mengeringkannya setelah dibersihkan.

Jangan buru-buru pakai celana dalam

Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock

Jangan langsung menggunakan celana dalam setelah berhubungan seks. Sebab, akan ada air mani yang keluar dari vagina dan akan membuat area kewanitaan Anda lembap bila langsung menggunakan celana dalam.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Indra NC Anwar, SpOG, langsung menggunakan celana dalam usai bercinta bisa meningkatkan beberapa masalah kesehatan seperti mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga infeksi saluran kencing.

"Iya bisa saja terkena bakteri, karena lembap," kata dr. Indra kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Dilansir Health, Sara Twogood, MD, Asisten Profesor Kebidanan dan Kandungan di University of Southern California's Keck School of Medicine, menjelaskan bahwa bila Anda berhubungan seks di malam hari, lebih baik, Anda tidak menggunakan celana dalam hingga pagi hari. Sebab, penggunaan celana dalam setelah berhubungan seks--apalagi yang ketat--bisa memicu infeksi.

Tidak menggunakan celana dalam juga bisa membantu membebaskan organ kemaluan Anda dan membuatnya bisa bernapas. Hal ini akan menurunkan risiko infeksi jamur dan kondisi gatal lainnya.

"Jangan kenakan celana dalam, agar organ kemaluanya bisa bernapas dan menurunkan risiko infeksi" kata Twogood.

Jadi, pastikan Anda menjaga kebersihan vagina setelah bercinta, agar terhindar dari berbagai infeksi berbahaya.

kumparan post embed

-----

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!