Kumparan Logo

Jangan Salah Pilih Produk, Ini Edukasi Perawatan Kulit Bayi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi lotion untuk kulit bayi

 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lotion untuk kulit bayi Foto: Shutterstock

Merawat kulit bayi tidak bisa dilakukan sembarangan. Kulit si kecil yang masih tipis dan sensitif membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam memilih produk perawatan harian. Hal ini disampaikan Dermatologist (Dokter Spesialis Kulit) dr. Christa Desire Gracia, Sp.DVE, dalam acara Loluna Berbagi Skincare: Kulit Sehat adalah #HakSemuaAnak di Jakarta Timur, Rabu (11/2).

Berikut dr. Christa membagikan penjelasan seputar pemilihan produk skincare yang tepat untuk bayi dan balita.

Perawatan Kulit Bayi yang Aman dan Tepat, Simak Tanya Jawabnya

dr. Christa Desire Gracia, Sp.DVE di Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

1. Baby oil, minyak telon, baby lotion mana yang lebih baik untuk kulit bayi?

Menurut dr. Christa, jika dibandingkan antara baby oil, minyak telon, dan baby lotion, maka baby lotion menjadi pilihan yang lebih baik untuk melengkapi perawatan kulit bayi. Lotion membantu menjaga kelembapan kulit sehingga tidak mudah kering.

2. Apa kandungan pada produk perawatan kulit yang tidak disarankan untuk bayi dan balita?

Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Shutter Stock

Beberapa bahan yang tidak disarankan untuk bayi dan balita antara lain:

-SLS (Sodium Lauryl Sulfate)

-SLES (Sodium Laureth Sulfate)

-Pewangi (fragrance)

-Pewarna

-Bahan iritan keras

Kandungan tersebut dapat memicu iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif.

3. Apakah semua produk berlabel “baby” pasti aman untuk kulit anak?

Dermatologist, dr. Christa Desire Gracia, Sp.DVE, dalam acara Loluna Berbagi Skincare: Kulit Sehat adalah #HakSemuaAnak di Jakarta Timur, Rabu (11/2). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Menurut dr. Christa, label “baby” belum tentu menjamin keamanan produk. Orang tua tetap perlu teliti membaca komposisi dan memastikan produk telah melalui uji dermatologically tested serta pediatrician tested.

“Jadi intinya dari label baby itu kita harus teliti juga kandungannya. Jangan asal menerimakan sebagai konsumen harus lebih pintar lagi, lebih bijak lagi memilih,” ucapnya.

4. Benarkah polusi udara dan terlalu sering di ruangan ber-AC berdampak buruk untuk kulit anak?

Ilustrasi bayi dan ibu. Foto: STUDIO POLARIS/Shutterstock

Selain produk, faktor lingkungan juga berperan terhadap kondisi kulit si kecil. Paparan polusi udara dan terlalu sering berada di ruangan ber-AC dapat memengaruhi kelembapan kulit dan meningkatkan risiko kulit menjadi kering.

Karena itu, menjaga hidrasi kulit dengan produk yang tepat menjadi langkah penting untuk mempertahankan kesehatan kulit bayi.

Merawat kulit bayi bukan hanya soal memilih produk berlabel lucu dan menggemaskan, tetapi memastikan kandungannya aman dan sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Dengan lebih teliti, orang tua bisa membantu menjaga kulit si kecil tetap sehat dan terlindungi.

kumparan post embed