Jangan Terlalu Lama! Pahami Tanda Anak Sudah Harus Selesai Berenang

5 Oktober 2022 15:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pahami Tanda Anak Sudah Harus Selesai Berenang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pahami Tanda Anak Sudah Harus Selesai Berenang. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Banyak orang tua yang sudah mulai mengenalkan olahraga renang pada anak-anaknya sejak masih balita. Ya Moms, anak belajar berenang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa menjadi bekal hidup bagi si kecil bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam air.
ADVERTISEMENT
Berenang memang bisa menjadi aktivitas menyenangkan bagi anak. Namun, terlalu lama dan terlalu sering berenang di air berkaporit juga tidak baik, Moms. Dilansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, bahaya terlalu banyak terpapar kaporit bisa menyebabkan iritasi mata, gangguan sistem pernapasan, ruam kulit, diare, hingga sakit telinga.

Tanda-tanda Anak Sudah Harus Selesai Berenang

Agar tidak menyebabkan sakit, orang tua harus memberikan batasan agar anak tidak terlalu lama berenang. Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A, sebenarnya tidak ada batasan berapa lama anak boleh berenang. Namun, ayah dan ibu perlu lebih peka terhadap kondisi anak apabila sudah menunjukkan tanda-tanda harus menyudahi kegiatan renangnya.
Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutter Stock
"Kita perlu lihat kondisi anak, jangan sampai dia kedinginan. Bahaya kalau dia sampai kena hipotermia. Jadi kalau mau lihat anak kedinginan atau enggak, lihat kulitnya jadi mengkerut atau tidak. Kalau mengkerut, berarti sudah terlalu lama. Istirahat dulu sebentar," jelas dr. Reza dalam peluncuran pakaian renang anak eksklusif Blibli X Lee Vierra Kids di Bear-Sama Cafe, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Selain itu, orang tua juga perlu melihat apakah anak sudah mulai lemas karena lapar atau haus. Sebab, berenang memang bisa menguras energi dan jangan sampai si kecil jadi sakit karena terlalu capek.
"Kemudian anaknya kelaparan enggak? Itu harus dilihat juga jangan sampai anak kekurangan cairan. Kadang kita lupa berenang saat udara sedang kering bisa kekurangan cairan. Istirahat dulu, makan dulu," ungkap dokter yang praktik di RS Hermina Kemayoran itu.
Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock
Tetapi perlu diingat juga bahwa setelah anak makan --terutama makan besar-- agar jangan langsung masuk lagi ke kolam renang, ya! dr. Reza mengingatkan, anak perlu menunggu 30 menit hingga satu jam hingga akhirnya boleh berenang lagi. Sebab, bila makan terlalu kenyang lalu kembali berenang dikhawatirkan bisa menyebabkan anak muntah.
ADVERTISEMENT
Dan yang tak kalah penting adalah pastikan anak tidak berenang di kolam yang terlalu dingin. Bila air kolam sudah dingin, ada baiknya langsung menyudahi kegiatan renangnya, kemudian langsung mandi hingga bersih dengan sabun dan sampo.
"Durasi berenang jangan terlalu lama, dan air jangan terlalu dingin. Itu juga berpengaruh karena sebagian anak ada yang alergi dingin. Mainnya di air bersih saja, karena kadang anak-anak terkontaminasi dikit langsung sakit," tutup dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020