Kumparan Logo

Jangan Tertipu Iklan, Ini Alasan Orang Tua Wajib Cek Label Makanan Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi label makanan atau nutritions fact. Foto: Scott Habermann/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi label makanan atau nutritions fact. Foto: Scott Habermann/Shutterstock

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan pentingnya peran orang tua dalam memilih makanan yang aman dan sehat untuk anak. Hal ini disampaikan dalam acara webinar bersama IDAI, Selasa (27/1).

Menurut dr. Piprim, anak terutama yang masih berusia lebih kecil, belum mampu memilih makanannya sendiri. Oleh karena itu, kendali penuh ada di tangan orang tua. Sayangnya, banyak makanan yang diiklankan terlihat sehat dari luar, namun kandungan di dalamnya justru tidak sesuai untuk dikonsumsi anak secara rutin.

“Jadi label di sini sebetulnya adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau bikin mereka menjadi sakit secara perlahan-lahan,” ucap dr. Piprim.

Pentingnya Membaca Label Makanan untuk Melindungi Kesehatan Anak

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K). Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan orang tua saat membaca label adalah komposisi bahan. dr. Piprim mengingatkan agar orang tua waspada terhadap kandungan gula, yang sering kali disamarkan dengan berbagai nama.

Semakin panjang dan tidak familiar daftar bahan yang tertera, semakin besar kemungkinan makanan tersebut termasuk dalam kategori ultraprocessed food.

Dalam piramida makanan terbaru dari Amerika Serikat, ultraprocessed food sudah masuk sebagai jenis makanan yang perlu sangat dibatasi dan diberikan dengan hati-hati kepada anak-anak. Konsumsi berlebihan terbukti berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari.

label kemasan makanan Foto: Shutterstock

“Ini yang perlu diperhatikan juga gula total, lemak jenuh, kemudian kadar garam, dan hati-hati dengan klaim tanpa gula tambahan, atau organik, atau ini diperkaya dengan suplemen dan sebagainya,” tegasnya.

Real Food Tetap Pilihan Terbaik

Menurut dr. Piprim, saat ini sudah waktunya orang tua lebih sadar dan kritis terhadap label makanan. Hal ini menjadi semakin penting mengingat meningkatnya jumlah anak dan remaja yang mengalami sindrom metabolik, obesitas, hipertensi, dislipidemia, hingga kadar gula darah tinggi. Kondisi tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat sejak dini.

Ilustrasi label makanan atau nutritions fact. Foto: Dennis MacDonald/Shutterstock

Selain itu, mencermati label makanan juga bukan sekadar kebiasaan, tetapi salah satu upaya untuk melindungi anak dari penyakit akibat gaya hidup yang sebenarnya bisa dicegah. dr. Piprim menegaskan bahwa memilih makanan alami atau real food tetap menjadi pilihan terbaik agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.