Mom
·
28 Mei 2021 9:04
·
waktu baca 2 menit

Jelang Persalinan, Ini Alasan Ibu Tidak Boleh Mengejan saat Alami Kontraksi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jelang Persalinan, Ini Alasan Ibu Tidak Boleh Mengejan saat Alami Kontraksi (152374)
searchPerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutter Stock
Memasuki bulan-bulan terakhir kehamilan, ibu hamil umumnya semakin bersemangat ingin segera bertemu bayinya. Namun di sisi lain, bisa jadi ada rasa cemas atau gugup terkait proses persalinan yang akan dihadapi.
ADVERTISEMENT
Bila mengalaminya, tenang saja, Moms. Rasa cemas dan gugup itu wajar, apalagi jika ini pengalaman pertama Anda sehingga mungkin banyak hal yang belum dipahami. Misalnya soal bagaimana harus mengejan saat melahirkan.
Saat proses persalinan, ibu hamil memang tidak boleh sembarangan mengejan. Mengejan perlu tepat waktu agar perineum atau otot, kulit, dan jaringan yang ada di antara vagina dan anus tidak robek.
Bahkan ibu tidak boleh mengejan ketika sedang kontraksi, lho! Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Jangan Mengejan saat Kontraksi, Ini Alasannya

Jelang Persalinan, Ini Alasan Ibu Tidak Boleh Mengejan saat Alami Kontraksi (152375)
searchPerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Saat merasakan kontraksi yang semakin intens, ibu biasanya akan merasakan dorongan dari dalam untuk mengejan. Namun, sebaiknya jangan mengejan sembarangan, karena dapat menyebabkan pembentukan caput di kepala bayi dan leher rahim akan membengkak.
ADVERTISEMENT
Anda baru bisa mengejan saat kondisi serviks sudah melebar 10 cm dan bayi bergerak semakin rendah ke arah jalur lahir. Jadi, tahan sebisa mungkin dorongan untuk mengejan saat pembukaan belum sempurna.
Anda bisa mencoba menarik napas panjang dan tetap rileks supaya bisa menahan dorongan dari dalam. Mengutip Pintsize Treasures, Anda juga bisa menggunakan teknik meniup supaya bisa menahan dorongan mengejan dari dalam.
Kemudian, tetap dengar arahan dokter atau bidan, jika pendamping persalinan bilang mengejan, maka cobalah mengejan dengan efektif. Caranya, tarik napas dalam-dalam dan tahan di paru-paru. Lalu, letakkan dagu di dada dan tarik kaki ke arah dada sambil menahannya.
Mengutip Healthline, saat mengejan, gunakan lah otot yang sama seperti sedang membuang air besar. Otot-otot tersebut sangat kuat dan efektif dalam membantu persalinan. Jika tidak tepat saat mengejan, perlu waktu lebih lama untuk bayi dilahirkan.
ADVERTISEMENT

Belajar Teknik Pernapasan Menjelang Melahirkan

Jelang Persalinan, Ini Alasan Ibu Tidak Boleh Mengejan saat Alami Kontraksi (152376)
searchPerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Setelah mengetahui bahwa mengejan jangan sembarangan, Anda tentunya sudah paham bahwa teknik pernapasan sangatlah penting saat melahirkan. Dengan melatih pernapasan, Anda bisa lebih rileks menghadapi persalinan.
Nah Moms, berikut beberapa teknik pernapasan dari Healthy Kaiser Permanent yang bisa dipelajari:
  1. Letakkan satu tangan di perut, tepat di bawah tulang rusuk, dan tangan lainnya di dada.
  2. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan biarkan perut mengembung hingga tangan ikut bergerak ke atas. Dada jangan sampai bergerak.
  3. Embuskan napas melalui bibir yang mengerucut seolah-olah Anda sedang bersiul.
  4. Lakukan pernapasan ini di antara atau selama kontraksi.
Jika sudah paham, semoga persalinan Anda lancar ya, Moms.