Kumparan Logo

Jenis-jenis Tahi Lalat pada Bayi, Ada yang Bisa Bahaya!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mongolian spot - bercak biru pada kulit bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mongolian spot - bercak biru pada kulit bayi Foto: Shutterstock

Beberapa bayi lahir dengan tahi lalat di tubuhnya. Tapi ada juga bayi yang memiliki tahi lalat setelah dilahirkan. Biasanya, tahi lalat yang muncul setelah bayi dilahirkan disebabkan oleh paparan sinar matahari.

Di mata orang tua, tahi lalat umumnya dianggap sebagai tanda lahir si kecil. Tahi lalat juga tidak dianggap sebagai suatu masalah kulit yang berbahaya. Namun kita perlu memahami, ada beberapa kondisi tahi lalat yang ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan pada bayi!

kumparan post embed

Ya Moms, itu lah kenapa, penting bagi orang tua untuk mengetahui jenis-jenis tahi lalat yang dimiliki bayi. Tujuannya agar dapat mengantisipasi lebih awal apabila si kecil memiliki tahi lalat yang berbahaya.

Healthline melansir, terdapat 4 jenis tahi lalat yang kerap muncul pada tubuh bayi. Apa saja?

4 Jenis Tahi Lalat pada Bayi, Termasuk yang Perlu Diwaspadai

1. Tahi lalat bawaan

Ilustrasi tanda lahir bernama port wine stains. Foto: Shutter Stock

Tahi lalat bawaan atau yang disebut dengan nevi berpigmen sudah ada pada tubuh bayi sejak ia dilahirkan. Tahi lalat bawaan memiliki ukuran, bentuk dan warna yang bervariasi. Misalnya berwarna coklat, merah muda, merah atau hitam.

Beberapa tahi lalat juga memiliki rambut yang tumbuh di atasnya dengan tekstur menonjol atau kasar. Sekitar 1 dari 100 kelahiran memiliki tahi lalat bawaan.

kumparan post embed

2. Spitz nevus

Spitz nevus merupakan jenis tahi lalat yang menonjol dan biasanya berbentuk bulat. Ia memiliki banyak warna seperti merah muda, merah, coklat atau hitam. Meski bisa muncul saat masih bayi, tapi jenis tahi lalat ini lebih sering muncul pada anak-anak yang lebih besar.

3. Tahi lalat yang didapat

Ilustrasi tahi lalat pada bayi. Foto: Shutter Stock

Tahi lalat jenis ini muncul saat bayi mulai berkembang. Nah Moms, tahi lalat ini lebih sering muncul di area yang kerap terkena paparan sinar matahari. Jenis tahi lalat yang satu ini sangat umum dan biasanya tidak memiliki risiko kesehatan tertentu.

kumparan post embed

4. Tahi lalat kongenital besar

Tahi lalat ini termasuk langka yang muncul saat bayi dilahirkan dengan ukuran yang lebih besar dari tahi lalat biasa. Tahi lalat ini terbilang raksasa karena memiliki ukuran mencapai 17 sentimeter.

Namun, tahi lalat ini bisa tumbuh menjadi lebih besar seiring pertumbuhan anak. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko melanoma atau masalah kesehatan lainnya, sehingga perlu diwaspadai orang tua.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis