Kumparan Logo

Jenis Mengi yang Bisa Dialami Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tidur memakai topi. Foto: Akarat Phasura/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur memakai topi. Foto: Akarat Phasura/Shutterstock

Bayi baru lahir mempunyai daya tahan tubuh yang lemah. Sangat wajar bila ia mudah terpapar berbagai virus dan penyakit. Mengi termasuk masalah kesehatan yang sering ditemui pada bayi yang menyebabkan napas si kecil berbunyi 'ngik' atau seperti siulan.

Mengi biasanya disebabkan oleh saluran pernapasan bayi yang menyempit atau tersumbat oleh lendir. Sehingga, udara yang dikeluarkan si kecil pun menimbulkan suara bernada tinggi namun sedikit berat.

Kondisi ini umumnya bukan tanda masalah kesehatan tertentu karena akan menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi, terutama ketika saluran pernapasannya sudah berkembang optimal.

Mengi yang dialami bayi bisa dikategorikan berdasarkan kondisinya, seperti pola, panjang, frekuensi, hingga nadanya. Yuk, pahami beberapa jenis mengi yang bisa dialami si kecil seperti dikutip dari Mom Junction berikut ini.

4 Jenis Mengi pada Bayi Berdasarkan Kategorinya

Ilustrasi bayi mengi Foto: Shutter Stock

Ekspirasi

Bayi akan mengeluarkan suara mengi saat menghembuskan dan menarik napas. Ini karena saluran udaranya yang sempit karena belum berkembang sempurna, atau bisa juga karena masalah pernapasan lainnya.

Monofonik dan polifonik

Mengi polifonik biasanya memiliki beberapa frekuensi atau nada, sementara mengi ponofonik hanya memiliki satu nada terus-menerus. Mengi monofonik disebabkan oleh penyempitan satu bronkiolus dan mengi polifonik terjadi karena beberapa bronkiolus sentral yang mengalami penyempitan.

Mengi berdasarkan pola

  • Mengi episodik: ketika bayi mengi dengan durasi pendek namun sering pada periode waktu tertentu. Mengi jenis ini sering disertai dengan virus flu.

  • Mengi multitriger: terjadi selama beberapa episode namun tidak disertai virus flu.

Ilustrasi bayi tidur Foto: Shutter Stock

Mengi berdasarkan durasi

  • Mengi dini sementara: mengi yang terjadi saat bayi baru lahir dan baru berhenti saat ia berusia tiga tahun. Ini menunjukkan bahwa anak memiliki jalan napas yang lebih kecil.

  • Mengi menengah: dimulai antara usia 18-42 bulan dan berlanjut hingga masa kanak-kanak. Kondisi ini terkait dengan alergi dan hipersensitivitas anak pada suatu hal.

  • Mengi onset lambat: mengi dengan intensitas jarang pada bayi usia 6 dan 42 bulan, namun menjadi lebih sering setelahnya hingga anak berusia 6 tahun.

  • Mengi terus-menerus: dimulai setelah usia 6 bulan atau lebih.

Perawatan mengi pada bayi dilakukan tergantung pada penyebabnya, seperti alergi, infeksi, atau memang kondisi bawaan lahir. Biasanya, orang tua bisa membantu memperlancar jalan napas bayi dengan memberikan hidrasi yang cukup dan menghindari paparan asap. Penggunaan alat penyaring udara dan tetes hidung juga bisa dilakukan asal sudah sesuai dengan saran dokter, ya, Moms.

kumparan post embed