Kamus Kehamilan: IUFD, Singkatan dari Apa?
ยทwaktu baca 2 menit

Memastikan kondisi bayi di dalam kandungan selalu sehat merupakan hal yang penting dilakukan selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care setiap bulannya.
Dengan begitu, ibu hamil bisa menghindari beberapa risiko yang mungkin terjadi pada bayi seperti IUFD. Sudah pernah dengar istilah itu, Moms?
Istilah IUFD dalam Kehamilan
IUFD adalah singkatan dari Intrauterine Fetal Death atau kematian janin dalam rahim. Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Brian Levine, MD, MS, FACOG menjelaskan di laman Very Well Family bahwa IUFD merupakan kondisi kematian janin pada atau setelah minggu ke-20 kehamilan. Sementara itu, janin yang meninggal lebih awal biasanya disebut dengan keguguran.
Dikutip dari Flo, IUFD dapat diklasifikasikan menjadi tiga kondisi seperti:
Lahir mati dini: Kematian janin antara minggu ke-20 dan 27 kehamilan.
Lahir mati terlambat: Kematian janin antara minggu ke-28 dan 36 kehamilan.
Lahir mati: Kematian janin pada minggu ke-37 minggu kehamilan hingga setelahnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa ada 2,6 juta kelahiran mati secara global pada tahun 2015, dengan lebih dari 7.178 kematian per hari yang paling banyak terjadi di negara berkembang. Hingga saat ini, penyebab IUFD pada janin tidak bisa dijelaskan secara pasti.
Meski begitu, ada beberapa gejala yang bisa diwaspadai oleh ibu hamil, seperti munculnya bercak darah, nyeri dan kram di sekitar rahim, keaktifan bayi menurun, hingga detak jantung janin yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan USG.
