Kumparan Logo

Kapan Anak Balita Boleh Berhenti Tidur Siang?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita tidur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita tidur. Foto: Shutterstock

Moms, apakah anak balita Anda masih rutin tidur siang? Biasanya, anak tidur lelap di siang hari setelah lelah bermain sejak pagi. Maklum saja, saat anak memasuki usia balita, rasa penasarannya terhadap lingkungan semakin tinggi. Tak heran kalau mereka jadi aktif sekali.

Namun rupanya, di usia balita pula, si kecil bisa saja tiba-tiba tidak mau lagi tidur siang. Tak perlu cemas, Moms. Karena ini bisa menjadi suatu pertanda bahwa sang buah hati telah tumbuh semakin besar. Bahkan faktanya, tak selamanya anak balita membutuhkan tidur siang. Perhatikanlah, anak balita yang berhenti tidur siang biasanya akan tidur lebih cepat di malam hari dan cenderung tidur lelap sepanjang malam.

Lantas umur berapa tepatnya anak balita boleh berhenti tidur siang?

Ilustrasi Anak Balita Tidur. Foto: Pixabay

Dilansir Healthline, sebenarnya tidak ada patokan usia kapan anak balita anak berhenti tidur siang. Ini karena setiap anak memiliki energi yang berbeda sehingga waktu dirinya untuk berhenti tidur siang pun tidak bisa disamakan dengan anak lainnya. Selain itu, berapa lama ia tidur di malam hari dan seberapa aktif si kecil di siang hari tentunya berbeda.

Namun, pada umumnya anak-anak akan mulai berhenti tidur siang saat dirinya memasuki usia prasekolah. Bahkan, National Sleep Foundation (NSF) memperkirakan hanya ada sekitar 50 persen anak yang masih tidur siang di usia 4 tahun, sedangkan 30 persen anak yang masih tidur siang di usia 5 tahun. National Sleep Foundation adalah organisasi amal nirlaba yang memiliki misin meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan melalui pendidikan tidur dan advokasi di Amerika Serikat.

Ilustrasi anak balita tidur siang. Foto: Shutterstock

Masih mengutip Healthline, NSF juga memaparkan bahwa sebagian besar balita beralih dari dua kali tidur (pagi-siang/sore) menjadi satu kali tidur siang dalam sehari kurang lebih selama 18 bulan. Tidur siang ini kemudian secara bertahap berkurang selama beberapa tahun ke depan. Saat si kecil berusia 5 tahun, sebagian besar anak tidak lagi tidur siang secara teratur.

Lebih lanjut, saat anak balita telah mencapai usia tertentu, tidur siang mungkin saja berubah jadi hal yang tidak disukainya, Moms. Jadi sebagai orang tua, coba amati dan kenali tanda dari si kecil untuk berhenti.

Misalnya saja, anak Anda tidak merasa lelah atau mengantuk di siang hari dan lebih memilih melanjutkan aktivitasnya. Bila hal ini terhadi, tak perlu memaksanya untuk tidur siang ya, Moms!

Ilustrasi anak menggosok mata karena mengantuk. Foto: Shutterstock

Meski begitu, orang tua juga tetap perlu mengawasi tanda-tanda anak balita Anda masih membutuhkan tidur siang alias beristirahat. Apa saja?

1. Anak balita menolak tidur tapi menunjukkan tanda bahwa dirinya mengantuk. Misalnya, menguap terus-menerus, menggosok mata, atau jadi kurang aktif.

2. Anak balita tertidur di tengah aktivitas.

3. Sikap anak balita berubah karena kurang tidur. Misalnya, jadi uring-uringan, rewel, hingga hiperaktif.

kumparan post embed