Kumparan Logo

Kapan Anak Mulai Bisa Bermain Simbolik?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menemani anak bermain. Foto: LightField Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menemani anak bermain. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Anak-anak umumnya menyukai permainan. Dengan bermain, anak bebas bereksplorasi dan menemukan hal-hal baru. Salah satu jenis permainan yang bisa dilakukan anak adalah permainan simbolik.

Dikutip dari laman resmi American Psychological Association, permainan simbolik adalah bentuk permainan yang menggunakan objek sebagai representasi simbolik. Oleh karena itu, permainan ini dapat membantu anak untuk menyampaikan atau mengekspresikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata, suara, dan tindakan.

Ilustrasi anak bermain pasir. Foto: Shutterstock

Tak hanya itu, permainan simbolik pun turut mengajari anak untuk mengamati, memahami, dan meniru lingkungan sekitar dengan menggunakan pemikiran yang terstruktur, kreatif, dan imajinatif. Sehingga, permainan simbolik termasuk dalam salah satu tonggak perkembangan si kecil, termasuk mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa anak.

Lantas, usia berapa anak mulai bisa bermain permainan simbolik?

kumparan post embed

Usia Berapa Anak Mulai Bisa Main Permainan Simbolik?

Moms, sebelumnya perlu dipahami bahwa permainan simbolik terdiri dari berbagai jenis variasi. Ada yang melibatkan gerakan anggota tubuh, menggunakan imajinasi, hingga melibatkan perasaan anak.

Namun permainan simbolik umumnya bisa dimainkan saat usia anak menginjak dua sampai tiga tahun. Hanya saja, keterampilan permainan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, Moms. Sebab ini adalah perkembangan yang perlu dilewati dengan beberapa tahapan.

Ilustrasi anak main bersama. Foto: Shutter Stock

Meski demikian, permainan simbolik sebenarnya sudah bisa terlihat saat anak berusia tiga bulan. Pada usia tersebut, permainan simbolik dapat terlihat dalam beberapa perkembangan anak, seperti meniru suara, ekspresi atau raut wajah, dan gerakan anggota tubuh.

Kemudian, ragam permainan simbolik anak akan berkembang pada usia 18 bulan atau disebut sebagai tahap permainan pra-simbolik. Pada tahap ini, anak-anak mulai berpartisipasi dalam permainan fungsional dan meniru rutinitas orang di sekitarnya. Misalnya, berpura-pura minum dari cangkir dan membuat suara menyeruput, atau menggunakan remot TV untuk menelepon seseorang.

Ilustrasi anak main dokter-dokteran. Foto: Shutter Stock

Sementara pada usia 2 - 3,5 tahun, anak-anak akan terlibat dalam permainan khayalan dengan tema yang sudah ditentukan. Misalnya, si kecil mungkin akan berpura-pura sebagai penjual makanan dan menjualnya kepada teman bermainnya.

Sedangkan pada anak usia 4 - 6 tahun, mereka cenderung melakukan permainan simbolik dengan tema yang tidak menentu. Biasanya, permainan tersebut didasari dengan peristiwa atau insiden yang pernah mereka dengar, tetapi tidak pernah mengalaminya. Oleh karena itu, si kecil akan lebih sering menggunakan imajinasi dan kreativitasnya sendiri. Misalnya, berpura-pura sebagai dokter yang sedang memeriksa pasien, yang dalam hal ini sering diperankan oleh boneka, dan bertanya-tanya seputar penyakitnya.