Kumparan Logo

Kapan Bayi Boleh Makan Cokelat?

kumparanMOMverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cokelat. Foto: Pixabay/AlexanderStein
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cokelat. Foto: Pixabay/AlexanderStein

Terkadang masih ada orang tua yang belum memahami makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada anaknya, terutama kepada bayi yang usianya masih di bawah satu tahun. Padahal, di usia ini, bayi masih dilarang mengkonsumsi sembarang makanan, termasuk cokelat. Lalu, sebenarnya kapan bayi boleh diberi cokelat?

Dikutip dari Mom Junction, bayi baru boleh diberi cokelat ketika ia sudah berusia 24 bulan atau 2 tahun, Moms. Pemberian cokelat pada bayi di bawah usia tersebut bisa menggangu kesehatannya. Terutama kesehatan gigi karena bisa merusak email pada gigi pertama bayi. Selain itu kafein yang terkandung dalam cokelat juga tidak cocok untuk anak bayi karena efeknya dapat merangsang si kecil jadi agresif.

Itulah sebabnya ahli gizi Lowri Turner, melarang keras bayi mengkonsumsi cokelat sebelum usianya 2 tahun, terutama dark chocolate dan milk chocolate atau cokelat yang mengandung banyak susu. Memang seorang bayi sudah bisa mentolerir rasa manis pada cokelat ketika ia berusia satu tahun. Tetapi, bukan berarti Anda bisa memberikan cokelat, Moms. Kandungan gula yang tinggi pada cokelat membuat cokelat bukan menjadi pilihan camilan yang tepat untuk bayi.

Ilustrasi susu cokelat

Apabila si kecil sudah berusia 2 tahun, Anda sudah boleh memberikannya cokelat. Meski begitu, tetap perhatikan jumlahnya. Memberikan cokelat dalam batas yang cukup smemiliki manfaat yang baik untuk si kecil, diantaranya:

1. Mendukung Fungsi Otak

Senyawa yang disebut flavanol, yang ditemukan secara alami dalam cokelat, bisa membantu meningkatkan fungsi memori sekaligus meningkatkan kemampuan kognitif umum anak.

2. Bermanfaat untuk Sistem Peredaran Darah

Mengkonsumsi cokelat secara teratur telah terbukti meningkatkan kinerja jantung dan pembuluh darah. Flavanol yang ditemukan dalam cokelat juga mencegah pembekuan darah dan meningkatkan sirkulasi darah.

3. Membantu Mengurangi Kerusakan Sel

Cokelat kaya akan antioksidan, yang juga ditemukan di beberapa buah dan sayuran. Antioksidan ini meminimalkan kerusakan sel alami dan meningkatkan efisiensi berbagai fungsi sel.

4. Dapat Meningkatkan Suasana Hati

Cokelat merangsang produksi neurotransmiter yang disebut endorfin dan bermanfaat menciptakan perasaan bahagia pada seseorang. Senyawa lain yang disebut serotonin, diketahui berkontribusi perasaan kesejahteraan dan kebahagiaan, juga secara alami ditemukan dalam cokelat, Moms.

Nah, Moms, sudah jelas kan? Jadi jangan terburu-buru memberikan cokelat pada bayi ya. Tunggulah sampai si kecil berusia dua tahun agar ia dapat memperoleh manfaat baiknya.