Kapan Bisa Hamil Lagi Setelah Keguguran?
ยทwaktu baca 2 menit

Keguguran bisa membawa rasa kehilangan yang sangat dalam atau bahkan trauma pada wanita. Bahkan, kesehatan fisik dan mental pasangan suami istri, bisa saja terganggu akibat hal tersebut. Tak jarang, mereka jadi punya rasa khawatir berlebihan dalam mempersiapkan kehamilan berikutnya.
Ya Moms, mengutip Mayo Clinic, ada sekitar 8 hingga 20 persen kehamilan memang berisiko mengalami keguguran. Lalu, 1 persen ibu hamil juga berisiko mengalami keguguran berulang.
Penyebabnya beragam, Moms. Mulai dari kondisi janin yang tidak berkembang dengan normal, gangguan hormon, hingga penyakit kronis. Lantas, apakah setelah keguguran masih bisa hamil lagi? Kira-kira kapan waktu yang tepat, ya?
Penjelasan soal Kapan Wanita Bisa Hamil Lagi Setelah Pernah Alami Keguguran
Moms, jawaban soal apakah setelah keguguran seorang wanita bisa hamil lagi atau tidak, tentu saja bisa. Bahkan, mengutip Flo, tidak ada masa tunggu yang ditentukan apabila Anda ingin kembali hamil. Hanya saja, banyak dokter menyarankan agar Anda tidak berhubungan seks terlebih dulu dengan pasangan selama dua minggu setelah keguguran. Hal ini demi menekan risiko infeksi, Moms.
Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pasangan suami istri dapat menunggu setidaknya hingga enam bulan setelah keguguran untuk memulai program hamil lagi. Sebuah studi pun telah membuktikan, wanita yang hamil dalam waktu enam bulan setelah keguguran memiliki risiko mengalami komplikasi lebih rendah.
Namun kembali lagi, pastikan kondisi fisik dan mental Anda maupun suami sudah siap. American Pregnancy Association melansir, jika tubuh seorang wanita tidak siap untuk mencoba hamil lagi, ia mungkin akan mengalami risiko keguguran berulang kali. Selain itu, butuh waktu bagi rahim untuk pulih dan lapisan endometrium menjadi kuat dan sehat kembali.
"Trik untuk hamil lagi setelah keguguran adalah melakukan hubungan seks setiap hari. Tapi yang pasti keduanya harus siap secara fisik dan mental," kata Angela Chaudhari, MD, ahli beda ginekologi dan asisten profesor di Department of Obstetrics and Gynecology, Northwestern University Feinberg School of Medicine in Chicago, Illinois seperti dikutip dari The Parents.
