Kapan Ibu Hamil Perlu Lakukan Pemeriksaan Air Ketuban?
ยทwaktu baca 2 menit

Air ketuban adalah cairan bening berwarna kuning yang mulai muncul di 12 hari pertama setelah pembuahan. Ya Moms, air ketuban ini akan mengelilingi bayi yang sedang tumbuh di dalam kandungan.
Air ketuban sangat penting bagi pertumbuhan janin karena membantu paru-paru, sistem pencernaan, dan otot yang sedang berkembang. Jika terlalu sedikit atau terlalu banyak, ibu hamil bisa mengalami komplikasi seperti persalinan dini. Kondisi ini juga bisa jadi salah satu tanda adanya masalah dengan bayi atau plasenta.
Selain itu, air ketuban juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan bayi di dalam kandungan. Lantas, kapan ya sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan air ketuban?
Penjelasan soal Kapan Ibu Hamil Perlu Melakukan Pemeriksaan Air Ketuban
Ibu hamil biasanya perlu melakukan pemeriksaan air ketuban bernama amniosentesis, jika hasil skrining darah tidak normal. Ini merupakan prosedur di mana cairan ketuban dikeluarkan dari rahim untuk pengujian atau perawatan.
Amniosentesis biasanya dilakukan saat memasuki kehamilan 14 dan 20 minggu. Namun bisa juga mulai dari 11 minggu. Menurut American Pregnancy, prosedur ini juga dapat dilakukan pada trimester ketiga bahkan saat akan melahirkan.
Fungsi Pemeriksaan Amniosentesis pada Ibu Hamil
Amniosentesis dapat membantu menentukan tingkat keparahan anemia pada bayi dengan penyakit Rh, dan membantu dokter menentukan apakah janin memerlukan transfusi darah untuk menyelamatkan nyawanya.
Mengutip American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), amniosentesis juga dilakukan untuk mengetahui apakah kehamilan Anda memiliki kelainan genetik tertentu. Prosedur ini juga bisa dilakukan untuk menilai kematangan paru-paru, apakah sudah cukup matang untuk lahir atau belum.
Nah Moms, berikut adalah beberapa hal yang bisa ibu hamil ketahui dari pemeriksaan amniosentesis seperti dikutip dari Mayo Clinic:
Untuk mengetahui down syndrome dengan melakukan tes genetik yang melibatkan pengambilan sampel air ketuban.
Amniosentesis digunakan untuk mengevaluasi bayi terhadap infeksi atau penyakit lain.
Jika memiliki terlalu banyak air ketuban selama kehamilan (polihidramnion), amniosentesis mungkin dilakukan untuk mengalirkan kelebihan air ketuban dari rahim.
Amniosentesis juga dapat mengumpulkan DNA dari janin yang kemudian dapat dibandingkan dengan DNA dari calon ayah.
