Kumparan Logo

Kapan Perlu Bawa Anak ke Rumah Sakit Usai Terjatuh?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak jatuh. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak jatuh. Foto: Dok. Shutterstock

Seiring dengan pertumbuhannya, anak semakin aktif dan kemampuan motoriknya terus meningkat. Bersamaan dengan itu, ia akan belajar banyak hal, mulai dari bersepeda, bermain lompat tali, sepatu roda, skuter, dan masih banyak lagi.

Berbagai macam olahraga tersebut baik untuk tumbuh kembangnya, namun di sisi lain juga berisiko cedera untuk anak-anak. Apalagi jika mereka melakukannya tanpa pengaman.

Nah Moms, semua ibu tentu tak ingin membuat anaknya terluka apalagi cedera berat. Namun terkadang kondisi itu tak terhindarkan. Ada kalanya ibu bingung saat anak jatuh, perlukah membawanya ke dokter atau hanya butuh pertolongan pertama saja. Nah agar tidak bingung, yuk simak penjelasan dari dokter anak berikut ini:

Ilustrasi anak menangis. Foto: Shutterstock

1. Nilai Tingkat Keparahannya

Jen Trachtenberg , seorang dokter anak di New York City, mengatakan, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah jalan napas dan detak jantung anak.

"Jika jalan napas anak Anda bersih (tidak ada benda di dalam mulut), mereka bernapas, dan jantungnya berdetak, maka Anda dapat melanjutkan untuk menilai cedera lainnya. Jika tidak, segera bawa ke IGD," katanya.

Gejala lain yang memerlukan panggilan ambulans adalah kejang terus-menerus, cedera kepala parah, anak tidak sadar, banyak pendarahan yang tidak berhenti, dan kesulitan bernapas yang parah. Jika tanda semua itu tidak terlihat pada anak namun ia berjalan sempoyongan, Anda juga perlu segera membawanya ke rumah sakit, Moms.

2. Perhatikan dari ketinggian berapa anak jatuh

Jika anak jatuh dari pohon atau sesuatu yang tinggi, perhatikan berapa perkiraan tingginya, Moms. Sebab menurut dokter spesialis anak Dr. Kelly Fradin, potensi cedera anak akan lebih tinggi saat jatuh dari ketinggian 1 meter atau lebih.

Selain itu perhatikan juga jenis permukaan tempat anak jatuh dan bagian mana yang terkena benturan. “Perhatikan bagian tubuh mana yang menyentuh tanah, khususnya jika melibatkan mulut dan gigi karena terkadang gigi bisa terkena benturan,” ujar dokter yang juga penulis buku Advanced Parenting: Advice For Helping Kids Through Diagnoses, Differences, And Mental Health Challenges, ini.

3. Periksa tanda cedera lain yang memerlukan perhatian segera

Sebagian besar kecelakaan anak karena jatuh tidak mengancam jiwa. Tetapi ada tanda-tanda lain yang memerlukan pemeriksaan segera. Seperti:

  • kehilangan kesadaran (bahkan jika mereka sudah bangun sekarang)

  • kejang

  • muntah

  • sakit kepala parah

  • menjadi bingung atau disorientasi

  • berbicara cadel atau mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Fradin menjelaskan berbagai potensi cedera kepala: “Ketika seorang anak jatuh, kami khawatir apakah tengkoraknya mungkin retak atau anak tersebut mungkin mengalami pendarahan intrakranial, yang merupakan keadaan darurat medis yang mungkin memerlukan pencitraan untuk menilai sepenuhnya. Gegar otak memang memerlukan evaluasi juga, tetapi seringkali tidak terlalu mendesak jika kami yakin bahwa pencitraan tidak diperlukan," urai Fradin.

Meski tampak mengkhawatirkan, tapi benjolan dan memar di kepala tidak selalu menunjukkan cedera kepala yang serius kok, Moms.

Kondisi lain yang membuat anak perlu segera dibawa ke rumah sakit setelah jatuh adalah jika tampak tanda patah tulang atau pendarahan yang tampak tidak berhenti tanpa jahitan.

dr. Fradin mengakui sangat sulit untuk memastikan tingkat keparahan cedera pergelangan kaki anak. “Ketika seorang anak memutar pergelangan kaki mereka atau jatuh pada ekstremitas bawah, saya biasanya merekomendasikan segera ke IGD jika rasa sakitnya parah sampai tidak bisa jalan," kata dr. Fradin.

Selain itu jika anak merasa nyeri saat salah satu bagian tubuhnya ditekan, segera bawa ke rumah sakit.

4. Tenang dan jangan panik

Saat orang tua panik, anak juga akan lebih panik, Moms. Kepanikan bisa saja memperparah kondisi anak. Selain itu ia juga bisa jadi kebingungan saat ditanya apa yang terjadi, sehingga dikhawatirkan ada cedera yang tak terdeteksi segera.