Kata Ahli soal Penyebab Konflik dalam Rumah Tangga

2 November 2022 16:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan suami istri berkonflik. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan suami istri berkonflik. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setiap rumah tangga memiliki konfliknya masing-masing. Ada yang bisa diselesaikan dengan cara baik. Namun, tak sedikit pula yang berujung pada kasus kekerasan hingga perceraian.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, menurut psikolog Karina Adistiana, M.Psi, tidak mungkin ada keluarga yang tidak memiliki konflik. Meskipun kelihatannya selalu harmonis dan romantis, tetap ada konflik yang terjadi di dalamnya.
“Enggak mungkin ada keluarga yang enggak ada konflik. Mungkin konfliknya enggak kelihatan, tapi tetap ada. Dan justru itu yang bahaya, yang keliatannya kayak bahagia selalu, enggak pernah berantem sama sekali,” ungkapnya dalam acara Peluncuran Situs Web Demikita di Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin, Cikini, Jakarta Pusat.
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab konflik dalam rumah tangga. Simak penjelasannya berikut ini, Moms?

Penyebab Konflik dalam Rumah Tangga Menurut Ahli

Ilustrasi pasangan suami istri berkonflik. Foto: Kmpzzz/shutterstock
Menurut Karina, ada dua hal yang penting dalam membangun rumah tangga, yaitu komunikasi dan rasa saling menghormati. Jika keduanya tidak terpenuhi, hal itu dapat memicu konflik dalam rumah tangga.
ADVERTISEMENT
“Jadi sumber konflik itu sebenarnya karena perbedaan nilai dan itu tidak dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi yang baik itu memang penting sekali,” ujarnya.
Ia mencontohkan pasangan yang sebelum menikah tidak memanfaatkan momen untuk saling mengenal dan berkomunikasi satu sama lain. Akibatnya, setelah menikah, ada masalah yang muncul akibat kurangnya komunikasi, sehingga menimbulkan konflik dalam rumah tangga.
Karina juga menambahkan bahwa konflik dalam rumah tangga tidak muncul mendadak. Biasanya, konflik berasal dari masalah kecil yang tidak pernah dibicarakan, sehingga akan sumber menjadi masalah besar di kemudian hari.
“Kadang-kadang konflik itu munculnya adalah karena perbedaan-perbedaan nilai yang tadinya kecil-kecil, tapi ditumpuk-tumpuk, dan nggak pernah dikomunikasikan, terus tahu-tahu meledak,” kata Karina.
Konflik dalam rumah tangga bisa berkembang menjadi kekerasan atau KDRT jika muncul relasi kuasa dalam hubungan suami-istri. Relasi kuasa merupakan situasi ketika ada satu pihak yang tidak lagi menghargai pihak lain, hingga akhirnya melakukan tindak kekerasan pada pihak tersebut.
ADVERTISEMENT
Karina menilai, keluarga merupakan organisasi terkecil dalam sebuah negara. Layaknya organisasi, keluarga atau rumah tangga perlu memiliki komunikasi yang baik serta kesetaraan atau pembagian tugas yang jelas. Dengan membicarakan itu semua, konflik dalam rumah tangga pun dapat diminimalkan.