Kumparan Logo

Kata Ahli soal Rekomendasi Makanan untuk Sarapan Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sarapan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sarapan Foto: Shutterstock

Beberapa anak mungkin saja melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Padahal, sarapan adalah hal penting yang perlu dimasukkan ke jadwal harian si kecil dan seluruh anggota keluarga.

Sarapan memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan tubuh, terutama untuk anak-anak yang aktif sepanjang hari. Mengutip Cleveland Clinic, beberapa manfaat sarapan antara lain mengisi energi setelah bangun tidur, membantu otak agar lebih fokus, hingga meningkatkan kesehatan jantung.

Nah Moms, agar manfaat sarapan lebih terasa, ada beberapa makanan yang biasanya direkomendasikan ahli untuk disantap di pagi hari. Dikutip dari Huffpost, setiap tahap usia manusia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, termasuk usia anak-anak. Yuk, simak, rekomendasi sarapan untuk anak sesuai usianya di sini, Moms.

Rekomendasi Makanan untuk Sarapan Anak

1. Anak Usia 2 – 6 Tahun

Ilustrasi anak balita sarapan. Foto: Shutter Stock

Beberapa anak usia 2 – 6 tahun cenderung pemilih dalam hal makanan. Hal itu pula yang jadi salah satu penyebab sembelit di usia tersebut.

“Dokter cenderung melihat orang tua dari anak-anak kelompok usia ini lebih banyak mengeluh sembelit. Faktanya, sembelit adalah keluhan umum dari orang tua dan mempengaruhi sekitar 30 persen anak-anak,” jelas Sue-Ellen Anderson-Haynes, MS, RDN, CDCES, LDM, NASM-CPT., ahli diet terdaftar dari Joslin Diabetes Center, Amerika Serikat.

Haynes pun menyarankan orang tua untuk memberikan anak usia 2 – 6 banyak lebih banyak makanan yang mengandung serat untuk sarapan dan makanan utama yang familiar dengan anak-anak, seperti roti.

Sementara itu, Marissa Meshulam, MS, RD, CDN., ahli diet dan nutrisi dari New York menyebut, sarapan untuk anak usia 2 – 6 tahun mungkin bisa disediakan dalam bentuk bite-size atau sekali makan. Misalnya saja, telur rebus dan roti panggang yang dipotong kecil-kecil. Selain itu, sediakan pula buah untuk sarapan untuk memenuhi nutrisi seimbang dan rasa yang beragam.

“Telur dan alpukat menyediakan lemak sehat untuk perkembangan otak mereka, buah menyediakan beberapa antioksidan, dan roti panggang memberikan beberapa serat dan karbohidrat untuk energi. Telur juga mengandung vitamin D dan zat besi yang penting untuk perkembangan tulang dan otot,” jelas Meshulam.

2. Anak Usia 7 – 12 Tahun

Ilustrasi anak minum susu untuk sarapan. Foto: Shutterstock

Pada tahap usia ini, anak membutuhkan lebih banyak kalsium dan vitamin D yang baik untuk perkembangan tulang dan giginya.

“Penting untuk membangun cadangan kalsium saat anak masih kecil karena begitu bertambahnya usia, penyerapan kalsium menurun,” jelas Haynes.

Menurut Haynes dan Meshulam, salah satu cara untuk menyediakan makanan kaya vitamin D dan kalsium adalah menyediakan smoothie untuk anak. Ya Moms, buah-buahan sebagai pemanis alami sekaligus karbohidrat dapat dikombinasikan dengan biji-bijian atau kacang-kacangan dan yogurt atau susu sebagai protein dan kalsiumnya.

“Jangan lupa menyelipkan beberapa sayuran, seperti bayam untuk nutrisi tambahan,” tambah Meshulam.

Jika Anda tidak sempat menyajikan smoothie, susu sapi atau susu alternatif yang mengandung kalsium dan vitamin D juga bisa disajikan untuk anak-anak di pagi hari.

Menurut Haynes, anak membutuhkan setidaknya 1.000 mg kalsium per hari untuk usia 7 – 12 tahun, sedangkan satu cangkir susu sapi atau susu kedelai setidaknya mengandung 200 mg kalsium. Jadi, hal itu dapat memenuhi kebutuhan 20 persen kalsium per harinya.

kumparan post embed