Kata Ahli soal Tekstur MPASI yang Tepat untuk Bayi Usia 6 Bulan
·waktu baca 2 menit

Memasuki usia 6 bulan, bayi perlu mendapat tambahan nutrisi dari MPASI . Ya Moms, saat memberikan MPASI, pastikan bahwa makanan yang diberikan mengandung ragam nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan juga lemak.
Selain itu, perhatikan juga porsi MPASI yang diberikan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), banyaknya energi tambahan yang diperlukan dari MPASI adalah sebanyak 200 kilo kalori per hari.
Untuk bayi 6-9 bulan, porsi makan yang bisa diberikan adalah 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml. Selain itu, untuk frekuensi makanannya, berikan 2-3 kali makan besar, dan 1-2 kali makanan selingan.
Kemudian, pastikan tekstur MPASI yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya, Moms. Lantas, seperti apa tekstur MPASI yang tepat untuk bayi 6 bulan?
Kata Ahli soal Tekstur MPASI Bayi 6 Bulan
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC, tekstur MPASI bayi 6 bulan harus halus. Disesuaikan dengan perkembangan oromotornya. Namun pastikan tidak cair ya, Moms.
"Mulai usia 4 bulan, bayi bisa menggunakan lidah untuk memindah makanan dalam rongga mulut dan belajar gerakan mengunyah. Jadi, menu MPASI yang cocok untuk perkenalan makanan padat adalah tekstur lumat kental bukan cair," jelasnya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Kemudian antara usia 6-12 bulan, tekstur makanan bertahap ditingkatkan. Harus semakin kasar sehingga usia 12 bulan, bayi sudah bisa makan menu keluarga.
Berikut tekstur MPASI harus diberikan kepada bayi menurut IDAI:
Bayi 6 bulan: Mulai MPASI dengan makanan yang dihaluskan sehingga menjadi bubur kental (puree).
Bayi 6 bulan - 9 bulan: Berikan MPASI dengan bubur kental (puree) atau makanan yang dilumatkan hingga halus (mashed).
Bayi 9 bulan - 12 bulan: Berikan makanan yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), atau makanan yang dapat dipegang (finger food).
Bayi 12 bulan - 24 bulan: Berikan makanan keluarga yang dihaluskan atau dicincang seperlunya.
Jadi, jangan lupa untuk meningkatkan tekstur MPASI si kecil. Jangan ditunda-tunda, karena dapat memberikan beberapa manfaat, seperti membantu perkembangan fungsi oromotor, yakni rongga mulut, lidah, hingga rahang.
“Kalau ditunda-tunda, bisa memicu otot-otot (oromotor) tersebut kurang berkembang,” pungkas dr. Wiyarni.
