Kata Dokter soal Batasan Gula dan Garam untuk MPASI Bayi

Saat bayi mulai memasuki momen MPASI (Makanan pendamping ASI), ada beberapa pertanyaan yang mungkin sering membuat orang tua bingung. Salah satunya, boleh atau tidak sebenarnya menambahkan gula dan garam ke dalam makanan anak.
Menjawab hal itu, Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M(K), menjelaskan bahwa gula dan garam sebenarnya bisa digunakan sebagai penambah rasa makanan anak. Tapi, dengan beberapa catatan, Moms.
Batasan Gula dan Garam saat Mulai MPASI
Mengacu pada keputusan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gula dan garam boleh diberikan ketika anak mulai MPASI pada usia 6 bulan dengan jumlah yang terbatas.
“Gula dan garam boleh diberikan saat mulai MPASI (6 bulan) dengan jumlah yang terbatas,”jelas dr. Meta pada kumparanMOM, Kamis (13/8).
Ya Moms, pemberian gula dan garam pada MPASI bukan sesuatu yang dilarang. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan jumlahnya sesuai batas yang dijelaskan oleh dr. Meta.
Kira-kira, berapa ya batasannya?
“Batasan pemberian gula pada bayi adalah kurang dari 10% dari total kebutuhan kalori, sedangkan garam untuk anak di bawah 1 tahun kurang dari 1 gram per hari,” jelasnya.
Sementara itu, untuk anak berusia di atas 1 tahun, jumlah garam bisa disesuaikan.
“Untuk anak usia 1 sampai dengan 3 tahun pemberian garam sekitar 2 gram per harinya,” tambahnya.
Jadi, boleh-boleh saja menambahkan gula dan garam pada MPASI si kecil saat mulai usia 6 bulan, selama jumlahnya tetap terbatas dan sesuai batas tersebut, ya, Moms.
