Kata Dokter soal Infeksi Nifas yang Bisa Dialami Ibu Setelah Melahirkan

14 Mei 2022 19:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kata Dokter soal Infeksi Nifas yang Bisa Dialami Ibu Setelah Melahirkan (255146)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi infeksi nifas setelah melahirkan. Foto: Shutterstock
Infeksi nifas atau infeksi postpartum merupakan masalah kesehatan yang umum dialami ibu setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh paparan bakteri sejak kehamilan atau selama proses persalinan.
ADVERTISEMENT
Umumnya, infeksi nifas terjadi hingga enam minggu setelah kelahiran bayi. Baik ibu yang melahirkan secara normal maupun caesar memiliki risiko yang sama dengan kondisi ini. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, infeksi nifas bisa membahayakan keselamatan ibu.
“Infeksi nifas dapat mempengaruhi 5-24 persen ibu setelah melahirkan yang bisa berlangsung hingga enam minggu setelahnya,” jelas dokter medis, dr. Bisny T. Joseph, MD, seperti dikutip dari Mom Junction.
Menurut dr. Bisny ada beberapa jenis infeksi nifas yang perlu diwaspadai ibu. Apa saja?

Macam-macam Infeksi Nifas yang Bisa Dialami Ibu setelah Melahirkan

Kata Dokter soal Infeksi Nifas yang Bisa Dialami Ibu Setelah Melahirkan (255147)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit perut karena infeksi nifas. Foto: bluedog studio/Shutterstock
1. Mastitis nifas
Infeksi payudara ini terjadi ketika bakteri masuk ke area puting-areola karena puting pecah-pecah yang disebabkan oleh aktivitas menyusui. Mastitis umumnya disebabkan oleh adanya bakteri Staphylococcus aureus. Gejala awalnya termasuk eritema, nyeri dan pembengkakan pada payudara. Kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti mastitis kronis dan abses payudara.
ADVERTISEMENT
2. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi pada 2-4 persen persalinan. Meskipun dianggap sebagai infeksi ringan, ISK kerap menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko penghentian menyusui. Mengutipjurnal yang terbit di American Journal Obstetrics and Gynecology, ada beberapa faktor risiko terjadinya ISK setelah melahirkan termasuk kateterisasi, persalinan lama, ruptur membran, serta ISK selama kehamilan.
3. Infeksi luka operasi caesar
Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah persalinan caesar dengan angka kejadian 3-15 persen. Infeksi ini sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang tempat operasi dalam waktu 30 hari melahirkan.
Faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut seperti, diabetes mellitus pregestasional, obesitas, persalinan lama sebelum operasi, ketuban pecah dini dan korioamnionitis atau infeksi pada air ketuban.
Kata Dokter soal Infeksi Nifas yang Bisa Dialami Ibu Setelah Melahirkan (255148)
zoom-in-whitePerbesar
Kram perut setelah melahirkan. Foto: Shutterstock
4. Infeksi rahim
ADVERTISEMENT
Infeksi rahim atau endometritis terjadi pada saluran genital bagian atas atau lapisan rahim. Infeksi juga bisa terjadi pada otot rahim (miometritis) dan jaringan sekitarnya (parametritis). Infeksi ini terjadi saat bakteri di vagina menjalar ke saluran genital setelah melahirkan. Penelitian menunjukkan, risiko infeksi rahim lebih tinggi pada kelahiran caesar yaitu 1,5-5 persen, sementara persalinan pervaginam 1,2-2 persen.
5. Infeksi perineum
Infeksi episiotomi atau perineum terjadi di tempat sayatan episiotomi. Ada kemungkinan 0,1-2% infeksi setelah episiotomi. Risiko untuk mengembangkan infeksi biasanya lebih tinggi dengan meningkatnya derajat robekan. Episiotomi garis tengah dan hematoma vagina yang diikuti dengan persalinan pervaginam dapat meningkatkan risiko infeksi perineum postpartum, Moms.
6. Abses epidural
Abses epidural adalah kumpulan nanah di antara penutup luar otak atau sumsum tulang belakang dan tengkorak atau tulang belakang. Hal ini dapat terjadi karena infeksi yang diikuti oleh anestesi epidural selama persalinan. Organisme kulit dapat masuk selama anestesi jika sterilitas alat tidak dipertahankan.
ADVERTISEMENT
Sebagian besar ibu mengalami abses epidural dalam lima hari pascapersalinan dan memiliki kultur darah positif. Beberapa dari mereka mungkin mengalami meningitis, osteomielitis, atau infeksi otot paraspinal setelah epidural.
*******
Saksikan keseruan program kumparanMOM Mom’s Meet Up dengan topik Uang Istri vs Uang Suami di LINK INI.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020