Kumparan Logo

Kebanyakan Lemak di MPASI Bikin Anak Sakit? Cek Faktanya!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Alpukat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alpukat. Foto: Shutterstock

Beredar di media sosial anggapan bahwa pemberian lemak berlebih pada MPASI (Makanan Pendamping ASI) dapat membuat bayi lebih mudah sakit atau mengalami alergi. Informasi ini membuat sebagian orang tua khawatir untuk menambahkan sumber lemak ke dalam menu makan si kecil.

Padahal, lemak merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan bayi selama masa MPASI, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, lemak tidak menyebabkan alergi pada bayi. Justru, yang perlu diperhatikan orang tua adalah jumlah dan jenis lemak yang diberikan agar tetap sesuai dengan kebutuhan anak.

Bayi Butuh Lemak untuk Tumbuh Kembang

Ilustrasi membuat MPASI. Foto: Shutterstock

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa anak usia 6 bulan hingga 2 tahun membutuhkan lemak sebagai salah satu sumber energi utama.

Lemak memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

  • Menjadi sumber energi

  • Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf

  • Membantu pembentukan hormon dan membran sel

  • Membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K

Berdasarkan rekomendasi WHO dan IDAI, sekitar 30–45 persen kebutuhan energi harian anak berasal dari lemak.

Apakah Kebanyakan Lemak Bisa Membuat Bayi Sakit?

Menurut dr. Aisya, konsumsi lemak berlebihan tidak serta-merta membuat bayi sakit atau mengalami alergi makanan.

"Kebanyakan lemak tidak membuat anak sakit atau alergi. Mitos, ya, kebanyakan lemak bikin anak alergi, karena alergi makanan dipicu oleh protein. Kalau setelah makan tinggi lemak bayi mual atau diare, bisa jadi hanya gangguan pencernaan," ujar dr. Aisya pada kumparanMOM, Senin (3/8).

Meski begitu, asupan lemak yang terlalu banyak tetap dapat menimbulkan beberapa dampak, seperti:

  • Berat badan bayi meningkat berlebihan

  • Bayi cepat kenyang sehingga asupan protein dan zat besi berkurang

  • Meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti mual, kembung, atau diare

Karena itu, orang tua tetap perlu memberikan lemak dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Tak hanya kelebihan, kekurangan lemak juga dapat berdampak pada kesehatan bayi. Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:

  • Berat badan sulit naik atau kurang

  • Perkembangan otak dan sistem saraf kurang optimal

  • Penyerapan vitamin A, D, E, dan K terganggu

  • Bayi lebih cepat lapar

Pilih Sumber Lemak Sehat untuk MPASI

Untuk memenuhi kebutuhan lemak harian bayi, orang tua dapat memilih berbagai sumber lemak sehat, seperti:

  • Extra virgin olive oil (EVOO)

  • Minyak kanola

  • Alpukat

  • Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan tuna

  • Kuning telur

  • Butter atau unsalted butter

  • Santan secukupnya yang dimasak hingga matang

  • Lemak alami dari daging dan ASI