kumparan
search-gray
Mom2 Maret 2020 11:11

Kebiasaan Pakai Empeng saat Bayi, Benarkah Bikin Gigi Anak Tonggos?

Konten Redaksi kumparan
Kebiasaan Pakai Empeng saat Bayi, Benarkah Bikin Gigi Anak Tonggos?  (75861)
Dot botol bayi Foto: Shutterstock
Penggunaan empeng saat bayi hingga kini masih menjadi kontroversi. Ada yang menyarankan, namun ada juga ahli yang tidak setuju pada penggunaan empeng saat bayi.
ADVERTISEMENT
Penggunaan empeng dikatakan menguntungkan karena mampu menenangkan bayi serta memberikan rasa nyaman pada waktu tertentu. Misalnya saja, saat anak mulai tidur hingga ketika nyeri ketika tumbuh gigi. Penggunaan empeng juga dapat menurunkan kebiasaan mengisap jempol.
Kebiasaan Pakai Empeng saat Bayi, Benarkah Bikin Gigi Anak Tonggos?  (75862)
bayi menggunakan dot botol Foto: Shutterstock
Namun empeng juga dapat merugikan, karena bisa mengakibatkan penyapihan lebih awal, menyebabkan infeksi saluran cerna dan pernapasan, hingga maloklusi gigi.
Ya Moms, empeng dikatakan bisa menyebabkan maloklusi atau kondisi susunan tulang rahang dan gigi yang tidak sejajar atau rata. Benarkah demikian?
Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penelitian pada fosil prasejarah zaman dahulu memang sangat jarang menemukan maloklusi terjadi pada manusia. Kondisi gigi yang tumpang tindih, bengkok atau tonggos justru lebih sering terjadi ketika zaman sudah modern.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa penyebabnya?
Kebiasaan Pakai Empeng saat Bayi, Benarkah Bikin Gigi Anak Tonggos?  (75863)
Ilustrasi gigi bayi yang baru lahir Foto: Shutter Stock
Maloklusi bisa terjadi karena ada 2 faktor, yaitu genetik dan lingkungan. Sementara penggunaan dot atau empeng dalam waktu yang lama juga memiliki korelasi kuat terhadap masalah gigi, seperti karies dan maloklusi.
Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang membuktikan jika ada korelasi antara penggunaan dot yang berkepanjangan atau lebih dari 2 tahun. Keadaannya makin parah bila anak menggunakan empeng atau minum susu di botol dot sambil tidur (night feeding). Adapun penelitian ini dilakukan terhadap 150 anak usia 18 sampai 36 bulan oleh Peressini pada 2003 lalu.
Hal ini berlaku meski gigi anak masih berupa gigi susu ya, Moms. Karena dalam perkembangannya, pertumbuhan dan letak susunan gigi tetap akan dipengaruhi ketika gigi anak masih berupa gigi susu.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana bila si kecil hanya mengempeng sekali saja atau tidak sampai berusia 1 tahun? Ternyata tidak ada masalah kok. Yang menjadi masalah apabila bayi sering mengempeng atau tidak bisa lepas dari dot hingga berusia 2 tahun atau lebih.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white