Kumparan Logo

Kebiasaan Sederhana yang Bisa Cegah Anak Terpapar Pneumonia

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita mengalami pneumonia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita mengalami pneumonia. Foto: Shutter Stock

Moms, apakah anak Anda pernah mengalami pneumonia atau bahkan pneumonia berulang? Jika ya, mungkin Anda jadi bertanya-tanya, apa penyebabnya.

Ya, sebagian anak memang bisa kembali terserang pneumonia setelah sebelumnya pernah mengalaminya dan sudah sembuh. Padahal sebetulnya kondisi ini bisa dicegah. Lantas apa saja pemicunya?

Penyebab Anak Rentan Mengalami Pneumonia

dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K) - Pakar Kesehatan Anak dan Vaksinasi di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Menurut Pakar Kesehatan Anak dan Vaksinasi, dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K), ada berbagai faktor yang membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini, yakni:

- Daya tahan tubuh yang lemah

- Paparan polusi udara

- Tidak mendapat ASI eksklusif

- Lahir prematur

- Memiliki penyakit bawaan tertentu

- Tidak imunisasi lengkap.

“Sebenarnyakan faktor-faktor ini adalah yang seharusnya bisa kita cegah, kita antisipasi,” tutur dr. Wahyuni di Park Hyatt Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11)

Ilustrasi bayi pura-pura batuk. Foto: Shutter Stock

Faktor Risiko Pneumonia pada Anak yang Bisa Dicegah

dr. Wahyuni menjelaskan, pencegahan pneumonia bisa dilakukan dengan menjaga gizi anak, memastikan imunisasi lengkap, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas polusi.

Berdasarkan data di Indonesia tahun 2017, 63 persen kasus pneumonia pada anak disebabkan oleh gizi buruk. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah gizi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, 17 persen disebabkan oleh polusi udara di dalam maupun luar ruangan, dan 15 persen karena paparan asap rokok (second-hand smoke).

Ilustrasi bahaya polusi udara terhadap anak. Foto: Thannaree Deepul/Shutterstock

“Ternyata banyak perilaku-perilaku yang tidak sehat di masyarakat kita, yang ternyata juga sumbangsihnya sangat besar terhadap premonia,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana seperti merokok di dalam rumah, membakar sampah, atau membiarkan anak kekurangan gizi, bisa berdampak serius pada kesehatan paru-paru anak.

Dengan memahami dan mencegah faktor-faktor risiko ini, kita dapat membantu menurunkan angka pneumonia pada anak-anak Indonesia. Sebab, kesehatan mereka adalah cerminan dari perilaku dan kepedulian kita hari ini ya, Moms.

kumparan post embed