Kumparan Logo

Kenali Jenis dan Gejala Tumor Otak yang Perlu Diwaspadai

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan media mengenai Tumor Otak dan Tatalaksananya bersama dr. Moch. EVodia Slamet R, Sp.BS di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Melawai, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan media mengenai Tumor Otak dan Tatalaksananya bersama dr. Moch. EVodia Slamet R, Sp.BS di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Melawai, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Tumor otak merupakan kondisi ketika terdapat pertumbuhan sel abnormal di otak atau jaringan di sekitarnya. Meski tidak semua tumor otak bersifat ganas, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, tergantung lokasi pertumbuhannya.

Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Moch. Evodia Slamet R, Sp.BS, dalam acara Media Gathering tumor otak dan tatalaksananya bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), menjelaskan bahwa tumor otak terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu tumor primer dan tumor sekunder.

Jenis-Jenis Tumor Otak

Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock

1. Tumor Otak Primer

Berasal dari sel otak atau selaput otak itu sendiri. Contoh tumor jinak:

-Meningioma

-Ependymoma

-Schwannoma

Contoh tumor ganas:

-Glioma

-Glioblastoma (sekitar 60 persen kasus glioma bersifat ganas)

2. Tumor Otak Sekunder (Metastasis)

Berasal dari penyebaran kanker dari organ lain ke otak. Lebih sering ditemukan dibanding tumor primer. Umumnya berasal dari kanker:

-Payudara

-Paru-paru

-Tiroid

-Organ lainnya

Gejala Tumor Otak yang Perlu Diwaspadai

1. Sakit Kepala yang Semakin Memberat

Ibu hamil sering mengalami migrain Foto: Shutterstock

Sakit kepala yang muncul terus-menerus, semakin berat, dan disertai pandangan kabur dapat menjadi salah satu tanda tumor otak. Kondisi ini terjadi karena ukuran tumor yang terus membesar dan meningkatkan tekanan di dalam otak.

“Kenapa progresif? Karena ya tumor yang makin besar, makin besar akibat tekanannya bertambah tinggi, ya tentunya gejala penyakitnya makin bertambah berat,” ujarnya.

2. Gangguan Penglihatan

Tumor dapat menyebabkan pandangan kabur atau hilangnya sebagian area penglihatan, seperti sulit melihat ke samping, atas, atau bawah.

3. Gangguan Gerak dan Keseimbangan

Ilustrasi mata. Foto: Shutterstock

Penderita dapat mengalami kelemahan pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, mata juling, mata menonjol, hingga penurunan pendengaran.

“kemudian ada juga gangguan lapang pandang. hilangnya sebagian area penglihatan (samping, atas, bawah, atau tengah). Ada jenis tumor seperti kacamata kuda, sebelah sampingnya gelap. itu biasanya tumor yang berkaitan dengan persilangan saraf mata kiri dan kanan,” ucap dr. Evodia.

4. Perubahan Kepribadian

Tumor yang tumbuh di area belakang dahi dapat memengaruhi perilaku seseorang, seperti menjadi lebih agresif, hiperaktif, atau mengalami perubahan kepribadian yang tidak biasa.

5. Kejang Pertama Kali

Kunjungan media mengenai Tumor Otak dan Tatalaksananya bersama dr. Moch. EVodia Slamet R, Sp.BS di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Melawai, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Kejang yang muncul pertama kali dalam hidup, terutama tanpa riwayat sebelumnya, perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya tumor yang mengganggu area motorik otak.

6. Penurunan Kesadaran

Pada kondisi yang lebih berat, tekanan di dalam otak dapat menyebabkan muntah menyemprot, mengantuk berlebihan, hingga penurunan kesadaran.

Karena gejalanya dapat berbeda pada setiap orang, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika keluhan muncul terus-menerus atau semakin memberat.

kumparan post embed