Kenapa Ada Anak yang Manipulatif?

5 Agustus 2022 14:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kenapa Ada Anak yang Manipulatif? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Ada Anak yang Manipulatif? Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Seiring bertambahnya usia, tingkah laku anak biasanya semakin bervariasi. Bahkan, bila keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tua, beberapa anak mungkin saja menunjukkan perilaku manipulatif.
ADVERTISEMENT
Mengutip FirstCry Parenting, perilaku manipulatif merupakan sebuah cara yang dilakukan agar keinginan anak terpenuhi. Hal ini bisa saja terjadi bila Anda tak memenuhi keinginan si kecil, Moms. Tak hanya itu, perilaku manipulatif ini juga dilakukan agar si kecil mendapat perhatian atau pujian dari orang sekitarnya.
Lantas, apa penyebab dan bagaimana tanda anak yang manipulatif?

Penyebab Anak Manipulatif

Ilustrasi anak manipulatif. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak manipulatif. Foto: Shutterstock
Anak bertindak manipulatif dapat disebabkan oleh berbagai hal, bisa karena kebutuhan emosional atau keuntungan materi yang diperoleh. Beberapa penyebab umum anak bertindak manipulatif, yaitu:
  • Untuk mendapatkan hadiah atau mainan yang diinginkan.
  • Ketika Anda tidak mengizinkan si kecil untuk melakukan sesuatu, seperti jalan-jalan bersama teman.
  • Untuk mendapatkan perhatian Anda ketika merasa diabaikan.
  • Untuk menyesuaikan diri dengan teman di lingkungan sekitarnya.
  • Sebagai tanda bahwa anak memiliki kekuasaan atas orang tua.
  • Untuk menutupi kesalahan yang telah dilakukan anak.
  • Sebagai bentuk komunikasi atas rasa kecewa, frustasi, dan ketakutan yang dialami anak.
  • Sebagai bentuk bahwa si kecil tidak nyaman berada di lingkungan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

Tanda Anak Manipulatif

1. Ledakan emosional
Ilustrasi anak emosi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak emosi. Foto: Shutter Stock
Tidak semua keinginan anak bisa dipenuhi orang tua. Akibatnya, anak bisa merasa kesal ketika Anda tidak mengabulkan keinginannya. Saat hal itu terjadi, kemungkinan anak akan lepas kendali atau sulit mengendalikan emosinya. Sehingga, bukan hal yang menakutkan bila anak mengalami ledakan emosi, tangisan, dan perilaku yang melibatkan fisik orang di sekitarnya.
2. Tantrum
Orang tua perlu memahami jenis-jenis tantrum pada anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Orang tua perlu memahami jenis-jenis tantrum pada anak Foto: Shutterstock
Gejala lain anak melakukan manipulasi adalah dengan melampiaskan amarahnya atau tantrum. Ya Moms, hal ini dilakukan untuk mendapatkan perhatian atau sesuatu yang diinginkan.
Tak jarang beberapa dari mereka juga menolak untuk makan, minum, sekolah, ataupun berbicara pada Anda. Bahkan, si kecil bisa membuat orang tua kaget dengan perkataan yang tidak pernah diucapkan sebelumnya. Meskipun tantrum adalah kondisi yang umum terjadi pada anak, tetapi Anda perlu mencari cara untuk menghentikan perilaku itu agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk.
ADVERTISEMENT
3. Berbohong
Salah satu ciri anak manipulatif adalah berbohong. Ya Moms, biasanya anak akan berbohong dengan cara berpura-pura sebagai korban untuk mendapatkan perhatian atau belas kasihan dari orang tua. Si kecil pun dapat bertingkah seolah-seolah Anda tak pernah menuruti keinginannya. Anak yang manipulatif pun dikenal suka memutarbalikkan fakta untuk meluluhkan hati Anda.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020