Kenapa Ada Anak yang Suka Makan Tanah?

22 Mei 2022 14:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anak makan tanah. Foto: Waridsara_HappyChildren/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak makan tanah. Foto: Waridsara_HappyChildren/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ada anak terutama usia balita kerap memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke mulutnya. Beberapa hal bahkan terkesan kotor dan jorok seperti, rumput, bunga, kotoran di lantai, hingga tanah.
ADVERTISEMENT
Jika hal ini membuat orang tua khawatir, maka Anda tidak sendirian, Moms. Tidak sedikit orang tua yang cemas dan bertanya-tanya mengapa buah hatinya punya kebiasaan yang cukup aneh seperti itu. Lantas, apa yang menyebabkan anak suka makan benda aneh termasuk tanah?

Penyebab Anak Suka Makan Tanah

Anak main tanah. Foto: bluedog studio/Shutterstock
Kebanyakan anak usia balita sedang belajar tentang lingkungan mereka dan melatih keterampilannya secara alami. Nah, memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya merupakan bagian dari eksplorasi dan kreativitas anak yang dianggap normal. Menurut dokter anak, dr. Alison Mitzner, MD, beberapa benda yang dianggap kotor sekalipun biasanya tidak akan membahayakan anak jika tidak sengaja termakan.
“Sedikit benda kotor yang masuk ke mulut anak itu normal dan tidak ada salahnya, selama ia memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat,” kata dr. Alison seperti dikutip dari Romper.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan bila anak mengonsumsi benda-benda kotor seperti tanah. Sebab, kebanyakan dari mereka akan segera berhenti dari kebiasaan ini setelah mengetahui jika rasanya tidak enak dan justru membuat mulutnya tidak nyaman.
Lain halnya bila kebiasaan ini terus-menerus dilakukan anak dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini bisa menunjukkan bahwa si kecil mengalami gangguan makan yang disebut pica.
Ya Moms, pica adalah gangguan makan di mana seseorang memiliki dorongan untuk mengonsumsi benda atau zat yang bukan makanan. Umumnya, pica didiagnosis pada anak-anak di atas usia 2 tahun saat mereka mulai mengerti yang mana makanan dan bukan makanan.

Bagaimana Sebaiknya Respons Orang Tua?

Ilustrasi anak bermain tanah. Foto: Christin Lola/Shutterstock
Mengutip Babygaga, pertama, penting untuk mengenali bahwa perilaku ini normal sebagai bagian dari tumbuh kembang si kecil. Sebaiknya, orang tua tetap tenang dan mulai menilai situasinya, seperti berapa banyak tanah yang tertelan dan apakah itu sudah terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya seperti kotoran hewan atau bahan kimia.
ADVERTISEMENT
Kemudian, cobalah untuk tidak memarahi anak. Jangan meninggikan suara Anda atau menggunakan bahasa yang kasar saat menegur si kecil. Sebab, ini bukanlah perilaku buruk dan bisa dilakukan oleh banyak anak. Selain itu, memarahi anak juga tidak akan membantunya untuk memahami bahwa memakan benda kotor bukanlah sesuatu yang berdampak baik untuknya.
Sebaliknya, ibu dan ayah perlu menggunakan suara yang tenang dan kalimat sederhana namun jelas yang disesuaikan dengan usia anak. Dengan begitu, si kecil bisa memahami apa yang coba Anda sampaikan, Moms.
Bila kebiasaan ini berlangsung lama dan mengindikasikan pica, maka sebaiknya perhatikan beberapa gejala lain yang muncul seperti, masalah pada sistem pencernaan, keterlambatan perkembangan dan masalah emosional. Selain itu, pica juga bisa menimbulkan masalah gigi pada anak, misalnya gigi yang cenderung lemah sehingga mudah retak atau patah.
ADVERTISEMENT