Kumparan Logo

Kenapa Ada Anak yang Tak Suka Olahraga? Yuk Pahami Penyebabnya, Moms!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak malas olahraga. Foto: theshots.co/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak malas olahraga. Foto: theshots.co/Shutterstock

Olahraga merupakan salah satu kegiatan menyenangkan sekaligus menyehatkan yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak. Tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, olahraga juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan tumbuh kembangnya.

Tapi, pernahkah Anda melihat ada anak yang kurang bahkan tidak suka olahraga? Atau justru anak Anda sendiri yang mengalaminya? Mungkin Anda jadi bingung, ya. Namun ternyata ada alasan di balik anak yang kurang menyukai olahraga, Moms. Berikut penjelasannya.

Alasan Anak Tak Menyukai Olahraga

1. Tidak Tahu Cara Bermainnya

Nah Moms, dikutip dari Kids Health, kadang-kadang anak merasa bahwa mereka tidak menyukai olahraga karena tidak mengerti atau bingung bagaimana cara memainkannya.

2. Merasa Tidak Bisa Memainkannya

Faktor kurang berlatih, mencoba lalu gagal dalam bermain, juga bisa membuat si kecil frustrasi dan gugup. Mereka merasa belum jago dan minder melihat teman-teman lainnya yang telah bisa melakukannya. Sehingga, terkadang mereka jadi enggan melakukannya lagi.

Ilustrasi anak bermain di taman bermain Foto: Shutterstock

3. Tak Terbiasa dengan Aturan dan Alatnya

Di sisi lain, hampir semua olahraga memiliki aturan dan alat-alat permainan khusus, termasuk lapangannya. Tidak semua anak bisa langsung terbiasa dengan aturan maupun peralatan yang digunakan, Moms.

4. Tidak Nyaman Berolahraga Tim

Faktor lainnya adalah tidak setiap anak merasa nyaman dengan olahraga yang dimainkan secara tim. Ada beberapa anak yang merasa nyaman berolahraga sendiri, tidak menyukai tekanan bersaing dengan tim lain, dan takut membuat kesalahan.

5. Takut Dapat Tekanan

Anak juga bisa lho takut dimarahi atau diberi banyak tekanan saat diminta bermain lebih baik. Jika merasa tidak bisa melakukannya, anak mungkin jadi merasa bingung dan stres. Sehingga, mereka pun jadi tidak yakin dengan apa yang harus dilakukannya.

Kalau anak mengalami kondisi seperti di atas, apa yang bisa orang tua lakukan?

Seorang anak istirahat di sela-sela bermain bola di pinggir rel kereta di kawasan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Peran Orang Tua untuk Bantu Kembangkan Keterampilan Olahraga Anak

Secara umum, anak-anak baru bisa mengembangkan keterampilan fisiknya pada usia 6-7 tahun. Bila si kecil merasa belum jago beberapa cabang olahraga, hal itu wajar kok, Moms. Karena ia masih berusaha untuk memahami aturan bermain yang tepat dan perlu banyak berlatih agar semakin andal. Anda juga bisa lho menjadi pendampingnya, atau mencari pelatih yang bisa melatihnya secara individu.

Jika masalahnya si kecil tidak menyukai olahraga tim, Anda mungkin bisa menyarankan olahraga yang dimainkan secara individu, seperti renang, berlari, golf, tenis, bersepeda, bowling, panahan, hingga bela diri.

Ada juga lho beberapa aktivitas non-olahraga yang bisa dilakukan agar anak tetap aktif. Misalnya, bermain di taman bermain, lompat tali, mencuci mainannya, berkebun, hingga berjalan-jalan dengan hewan peliharaan.

Jadi, memang anak tidak harus berolahraga, tetapi masih ada kesempatan untuk menemukan olahraga yang cocok dan disukainya. Tidak perlu memaksakan anak untuk menyukai cabang olahraga tertentu. Yang penting, anak jadi aktif dan sehat. Setuju, Moms?