Kumparan Logo

Kenapa Ada Bayi yang Menangis Saat Digendong Orang Asing?

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak bayi yang digendong ibunya (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Anak bayi yang digendong ibunya (Foto: Thinkstock)

Bayi adalah makhluk sosial yang selektif. Tak jarang, mereka menangis saat digendong orang baru yang belum pernah ditemui, seperti teman atau kerabat yang datang berkunjung. Bahkan disentuh saja, mereka bisa memberikan tatapan takut atau tidak suka.

Sebagian ibu mungkin khawatir perilaku ini akan berlanjut hingga anak besar. Anda takut ia tidak bisa bersosialisasi dengan orang baru di sekitarnya nantinya.

Takut pada orang asing sebenarnya normal dialami bayi. Dilansir Raising Children, perilaku ini biasa menghilang begitu bayi melewati usia 18 bulan - 2 tahun. Namun bisa juga bertahan lebih lama.

Kenapa takut pada orang asing sebenarnya normal pada bayi?

Bayi butuh waktu untuk merasa familiar dengan seseorang. Saat ia merasa nyaman dengan sentuhan seseorang, ia akan merasa terikat secara emosional dengan orang tersebut. Lain waktu orang itu menyentuhnya, bayi tidak akan takut atau cemas.

Bayi menangis untuk berkomunikasi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bayi menangis untuk berkomunikasi. (Foto: Thinkstock)

Bayi lebih menyukai sentuhan dari orang dewasa yang dianggap familiar. Maka tak heran ia akan menangis, terlihat takut, atau sangat diam saat digendong atau disentuh orang yang baru ia lihat.

Kecemasan saat berhadapan dengan orang baru adalah batu lompatan pertama dalam perkembangan emosional bayi. Kecemasan ini biasanya memuncak saat ia menginjak usia 7-8 bulan.

Sekali lagi, Anda tak perlu khawatir soal perilakunya ini. Justru ini pertanda bahwa bayi telah mengembangkan ikatan emosional yang sehat dengan Anda, ayahnya, atau orang-orang dewasa terdekat. Ia juga sudah bisa membedakan Anda dengan orang asing.

Meski si kecil sedang dalam fase ini, Anda tak perlu cemas dan menghindari kerabat ataupun saudara yang sedang berkunjung. Tak perlu malu juga saat bayi Anda menangis dalam gendongan teman atau kerabat.

Selalu digendong membuat bayi malas merangkak (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Selalu digendong membuat bayi malas merangkak (Foto: Shutterstock)

Ada yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kecemasan bayi. Mintalah seseorang yang belum pernah ia temui itu untuk menyentuhnya terlebih dahulu dengan perlahan. Gerakan lembut dapat mengurangi ketakutan bayi. Namun, jangan memaksakan untuk menggendongnya jika si kecil masih merasa tidak nyaman.

Cara kedua adalah lewat pembiasaan. Agar anak lebih familiar dengan orang tersebut, mintalah mereka berinteraksi dengan si kecil saat ia masih ada di gendongan Anda. Setelah itu pindahkan bayi ke tangan mereka perlahan.

Kunci dari mendekati bayi adalah intensitas berinteraksi. Semakin sering bayi bertemu dengan seseorang, ia akan merasa semakin familiar dengan kehadiran orang tersebut.