Kumparan Logo

Kenapa Ada Sekolah Dasar Swasta yang Alokasikan 2 Guru dalam 1 Kelas?

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock

Saat memilih sekolah anak, ada sebagian orang tua yang mempertimbangkan kapasitas murid di kelas atau rasio guru-murid dalam satu kelas. Ya Moms, jumlah guru dalam satu kelas di setiap sekolah memang bisa berbeda. Bila di sekolah dasar negeri (SDN) ada satu guru yang menjadi wali kelas misalnya, beberapa sekolah dasar swasta ada yang menempatkan setidaknya dua guru di dalam satu kelas. Apa ya, alasannya?

"Pertimbangannya ke swasta karena kebetulan cocok dengan sistem pengajaran active learning dan kurikulum Islam. Kapasitas kelas sih, bukan pertimbangan utama, tapi ada pengaruhnya. Dalam satu kelas, guru bisa 2 orang dan muridnya tidak lebih dari 25. Jadi kebutuhan dan perkembangan masing-masing anak mendapat perhatian cukup," kata Kartika Firdaus, ibu dari Leia yang duduk kelas 1, di Al Jabr Islamic School, Jakarta.

Mengutip laman The Global Economy, perbandingan murid dan guru di dalam kelas menunjukkan, bahwa semakin tinggi angkanya, maka semakin berkurang tingkat pengawasan dan perhatian guru kepada murid. Dampak dari hal ini membuat mutu pengajaran cenderung makin rendah. Sebaliknya, semakin sedikit murid yang diawasi oleh satu guru, maka kualitas aktivitas belajar mengajarnya di kelas menjadi lebih baik.

Ilustrasi perbandingan itu misalnya dalam satu kelas di sekolah anak, jumlah guru ada satu, dan jumlah murid ada 30, berarti rasio atau perbandingannya adalah 1 banding 30 (1:30).

Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock

Data The Global Economy menyebut, dari 97 negara, Indonesia menempati peringkat ke 72 dan peringkat 1 diduduki San Marino, salah satu negara kecil di Eropa, yang menempatkan 6 murid per guru.

Untuk alasan itulah yang memungkinkan kelebihan bagi sekolah swasta, karena pada umumnya mengalokasikasin dua guru di dalam satu kelas. Artinya, misal dalam kelas berjumlah 18 siswa, berarti alokasi yang berjalan adalah 9 siswa per guru.

Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock

Sekalipun telah dikatakan seperti itu, menurut pemerhati pendidikan yang juga Kepala Sekolah Kembang Jakarta Selatan, Lestia Primayanti, jumlah anak di dalam kelas dan perbandingan guru dengan murid ini memang memengaruhi manajemen kelas, tapi bukanlah satu-satunya faktor penentu untuk meningkatkan kualitas belajar di kelas.

Sebab, Lestia melanjutkan, keterampilan, pengalaman, dan kemanjuran guru tertentu, juga perlu dipertimbangkan karena mereka tidak semuanya sama. Guru yang lebih terampil dan berpengalaman, misalnya, mungkin bisa menangani kelas yang lebih besar daripada yang kurang berpengalaman.