Kenapa Ada Wanita yang Tidak Sadar sedang Hamil?
14 September 2025 13:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kenapa Ada Wanita yang Tidak Sadar sedang Hamil?
Ternyata, kondisi ini membuat beberapa wanita tidak sadar dirinya sedang hamil. kumparanMOM

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Ada ibu hamil yang mengalami mual dan pusing hingga tidak bisa beraktivitas normal, bahkan diwajibkan untuk bed rest. Tapi, ada juga ibu yang justru tidak mengalami gejala apa pun, sehingga tidak mengetahui dirinya sedang hamil hingga menginjak usia kandungan tertentu.
Kok bisa, ya?
Ya Moms, kondisi ini sering disebut dengan denial of pregnancy atau cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik yang merupakan kondisi langka pada beberapa ibu. Ini membuat ibu baru menyadari bahwa dirinya hamil saat usia kandungannya mencapai 20 minggu atau lebih.
“Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa 1 dari 475 kehamilan bisa diklasifikasikan sebagai kehamilan kriptik, yang berarti baru diketahui hingga setidaknya 20 minggu kemudian,” kata dokter sekaligus peneliti di Farr Institute, Daniel Boyer, MD, seperti dikutip dari Parents.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa penyebab kehamilan kriptik ini?
Beberapa Kemungkinan Penyebab Kehamilan Kriptik
Gejala Kehamilan Sangat Ringan
Sering kali, kehamilan kriptik terjadi karena ibu hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak merasakan gejala sama sekali di awal kehamilannya.
“Seorang wanita mungkin tidak menyadari dirinya hamil karena tidak ada tanda-tanda yang khas, seperti kelelahan, mual dan muntah, atau sakit perut,” ujar dokter anak di New York City, Rebekah Diamond, MD.
Salah Mengartikan Gejala
Kondisi ini juga bisa terjadi saat ibu justru mengaitkan gejala kehamilan dengan masalah yang berbeda. Misalnya, kelelahan di awal kehamilan diartikan sebagai kurang tidur atau tingkat stres yang tinggi. Sementara mual dan muntah dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Beberapa ibu yang menyangkal kehamilan juga menganggap telat menstruasi sebagai siklus yang tidak teratur.
ADVERTISEMENT
Baby Bump Kecil
Umumnya, perut ibu akan membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Tapi, ternyata perut tidak selalu membuncit saat hamil yang membuat kehamilan kriptik lebih mungkin terjadi. Sebab, perut yang membuncit tergantung pada bagaimana posisi janin di dalam rahim, tingkat pertumbuhannya, dan distribusi berat badan.
“Ini bisa terjadi pada wanita muda yang sangat atletis dan baru pertama kali hamil, karena otot perut mereka tidak pernah meregang sebelumnya akibat kehamilan, sehingga membuatnya tetap kencang saat hamil,” lanjut Dr. Daniel.
Hormon hCG Rendah
Kehamilan sering tidak terdeteksi apabila tubuh ibu memproduksi hormon hCG dalam tingkat rendah. Hal ini menyebabkan test pack menunjukkan hasil negatif jika dilakukan terlalu dini. Beberapa ibu mungkin juga tidak memutuskan untuk tes karena tidak mengalami gejala umum kehamilan.
ADVERTISEMENT
Sindrom Ovarium Polikistik
Seseorang dengan masalah kesuburan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, penambahan berat badan, kulit berminyak, hingga masalah pencernaan. Wanita dengan kondisi ini mungkin mengabaikan gejala kehamilan karena merasa itu sebagai efek dari ketidakseimbangan hormon akibat PCOS.
Perimenopause
Kehamilan pada masa perimenopause sering menunjukkan gejala yang disalah artikan, seperti penambahan berat badan dan perubahan suasana hati. Beberapa ibu mungkin merasa dirinya sedang memasuki tahap baru dalam usianya, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.
Penggunaan Alat Kontrasepsi
Alat kontrasepsi seperti IUD dan pil KB dianggap efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, tetap ada risiko yang memungkinkan Anda untuk tetap hamil. Nah, bisanya ibu tidak mengalami gejala yang berarti sampai usia kandungannya sudah jauh.
ADVERTISEMENT
