Kumparan Logo

Kenapa Anak Berteriak Setelah Bangun Tidur?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kenapa Anak Berteriak Setelah Bangun Tidur? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Anak Berteriak Setelah Bangun Tidur? Foto: Shutterstock

Moms, pernahkah si kecil berteriak hingga menangis sesaat setelah mereka bangun dari tidurnya? Nah, kira-kira apa yang menjadi penyebabnya?

Dikutip dari Raising Children, para pakar menyebut anak-anak berteriak sesaat dari tempat tidur karena berbagai alasan. Mereka bisa saja takut karena ada serangga di kamar atau karena mereka ingin ke toilet.

Atau bisa saja mereka berteriak hanya karena baru mengenal teknik berteriak. Atau mereka belum cukup besar untuk bisa keluar sendiri dari ranjang tidurnya. Karena itu, mereka mungkin ingin Anda menemaninya. Selain itu, masih banyak kemungkinan lain sebagai penyebab anak berteriak setelah bangun tidur.

Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika anak berteriak setelah bangun tidur?

Orang tua bisa membantu si kecil memulai kebiasaan baru. Yakni dengan membantu anak beradaptasi dengan waktu tidur yang teratur. Orang tua juga harus sabar apabila si kecil memanggil atau berteriak dari tempat tidur mereka selama tahap adaptasi.

Jika si kecil takut lampu kamar padam saat tidur atau takut kesendirian, Anda bisa menemani mereka sampai benar-benar terlelap lalu mematikan lampu.

Apabila Anda merasa si kecil berteriak atau bangun dari tempat tidur karena membutuhkan bantuan, temuilah mereka. Selain itu, ada baiknya juga temui dokter apabila masalah tidur anak disebabkan oleh kecemasan, stres, hingga rasa takut berlebih.

Namun, untuk memulai kebiasaan baru, Anda harus membangun rutinitas sebelum tidur. Rutinitas ini adalah bagian terpenting dalam membantu anak kecil tidur dan tenang. Seperti apa?

Rutinitas Sebelum Tidur

Ilustrasi anak tidur. Foto: Ole.CNX/Shutterstock

- Melakukan hal-hal menenangkan secara konsisten setiap malam sebelum tidur, seperti membacakan dongeng atau menyanyikan lagu yang menenangkan.

- Menghindari permainan yang keras atau riuh sebelum tidur.

- Menghindari screentime satu jam sebelum waktu tidur – seperti tidak menonton TV, laptop, tablet, ponsel, dan lainnya.

Orang tua juga bisa memperhatikan waktu menidurkan si kecil. Usahakan membawa mereka ke kamar menjelang waktu tidur mereka. Harapannya, mereka sudah benar-benar mengantuk saat Anda mengajaknya ke kamar.

Setelah anak tertidur secara teratur, Anda dapat perlahan-lahan membuat waktu tidurnya lebih awal. Misalnya, buatlah waktu tidur anak lebih awal sebanyak 15 menit setiap 3 malam hingga mendapatkan waktu tidur yang Anda inginkan.

Jika si kecil mulai berteriak atau bangun lagi pada waktu tertentu, Anda mungkin perlu meluangkan waktu tersebut selama beberapa malam lagi sebelum secara bertahap melakukannya lebih awal.

Selain itu, Anda juga perlu memeriksa apakah anak sudah melakukan beberapa hal seperti minum, ke toilet, hingga menggosok gigi sebelum tidur. Kemudian, tetaplah menyalakan lampu jika itu membuat mereka nyaman.

Katakan hal yang membuat mereka tenang selama tidurnya. Misalnya, ''Ibu akan kembali lagi untuk memeriksamu nanti'' atau ucapkan selamat malam dan ajak berdoa bersama. Apabila si kecil sudah mampu tidur dan bangun dengan tenang, jangan lupa berikan pujian, ya!