Kumparan Logo

Kenapa Anak Jadi Lebih Sering Marah selama #DiRumahAja?

kumparanMOMverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita tampak kesal di rumah aja. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita tampak kesal di rumah aja. Foto: Shutterstock

Sudah hampir dua bulan, anak Anda diharuskan untuk melakukan segala aktivitas di rumah aja. Bahkan, kegiatan belajar di sekolah pun untuk sementara waktu harus dilakukan secara jarak jauh di rumah. Selama itu pula, si kecil tidak bertemu dengan teman-teman sebayanya dan bersosialisasi.

Hal ini bisa jadi membuat perasaannya sedih. Bahkan, anak yang tadinya ceria kini mungkin menjadi lebih murung dan mudah marah ya, Moms. Tapi wajarkah hal itu terjadi pada anak kita?

Kepala Klinik Psikologi Rumah Sakit Melinda 2 Bandung, Ifa Hanifah Misbach, S.Psi, M.A, menjelaskan bahwa usia anak-anak biasanya memang sedang peka pada sosialisasi. Dia membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi secara langsung. Jadi, wajar ketika ada pembatasan, ia pun menjadi lebih mudah marah. Jika ini terjadi hanya sementara waktu, maka Anda tak perlu cemas, Moms.

anak kesal Foto: Shutterstock

"Kalau anaknya tipikal aktif sebaiknya dilihat dulu, kan dia ceria nih. Apakah dia adalah tipikal anak yang butuh teritorial ruang besar. Misalnya senang berlari, kalau melihat lapangan luas itu senang. Nah sekarang saat di rumah disempitkan, selain itu dia berkomunikasi dengan teman lewat layar handphone yang kecil. Sangat berbeda saat menatap langsung. Jadi apakah wajar kalau anak mudah marah? Ya wajar kalau untuk sementara," ujar Ifa dalam webinar 'Bincang-bincang Serangan Kecemasan Corona, Kenali dan Atasi!', Jumat (1/5).

Lantas, bagaimana cara menghadapi anak yang jadi suka marah karena mulai jenuh di rumah aja? Psikolog yang juga dosen di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat ini mengatakan agar orang tua lebih kreatif untuk membuat suatu kerajinan tangan demi merangsang panca indra si kecil.

Anak berlatih menggambar Foto: Pixabay

"Misalnya menggambar, melukis, kriya, bikin aktivitas yang intinya energinya keluar, seperti bermain tanah liat untuk diremas-remas, itu kan bisa menghilangkan kecemasan kan. Lalu nanti dibentuk dan dipajang, jadi buatlah sesuatu yang bisa membuat dia memamerkan kreativitasnya. Jadi timbul lagi senangnya," kata Ifa.

Meski begitu, Anda harus bersabar saat menenangkan anak dari rasa amarahnya ya, Moms. Apalagi di tengah pandemi virus corona ini, Anda tetap harus menjaga kesehatan mental Anda agar tetap sehat dan tidak mudah sakit.

"Jadi harus pendek-pendek memberikan stimulannya. Butuh waktu ya," tutupnya.