Kumparan Logo

Kenapa Anak Rewel Tengah Malam? Ini Penyebab dan Cara Menenangkannya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

Ilustrasi Anak Rewel Tengah Malam. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Rewel Tengah Malam. Foto: Shutter Stock

Ketika memiliki bayi, momen istirahat orang tua pada malam hari seringkali terganggu oleh suara tangisan si kecil yang tiba-tiba. Tentunya ini menimbulkan pertanyaan di benak orang tua, kenapa anak rewel tengah malam?

Orang tua biasanya menyadari bahwa anaknya menjadi lebih rewel di malam hari begitu menginjak usia 2-3 minggu. Menurut Healthline, puncak kerewelannya akan terjadi ketika memasuki usia 6 minggu. Jadi, sebaiknya para orang tua mempersiapkan diri dengan baik di usia krusial ini.

Namun, rewel pada malam hari tidak akan berlangsung lama, Moms. Biasanya, masa-masa kurang tidur ini akan berakhir ketika anak sudah berusia 3 hingga 4 bulan.

Lantas, sebenarnya kenapa anak sering rewel di malam hari dan bagaimana cara menenangkannya? Temukan jawabannya dalam uraian berikut, Moms.

Kenapa Anak Rewel Tengah Malam?

Ilustrasi Anak Rewel Tengah Malam. Foto: Shutter Stock

Sebagaimana orang dewasa, waktu istirahat sangatlah penting untuk bayi. Menurut Kemenkes, seorang bayi membutuhkan waktu tidur selama 16,5 jam setiap harinya. Durasi tidur ini biasanya dibagi menjadi 8 jam pada malam hari, dan sisanya di sela-sela waktu terjaga saat siang hari.

Oleh karena itu, jika bayi rewel di malam hari, sebaiknya segera tenangkan mereka agar waktu tidurnya tidak berkurang. Tapi pertama-tama, pahami dulu mengapa si buah hati menangis. Berikut ini beberapa alasannya menurut Healthline:

1. Pertumbuhan yang Menyebabkan Lapar

Saat bayi melewati fase pertumbuhan yang intens, biasanya di usia 2 minggu hingga 3 bulan, mereka lebih sering lapar dan rewel. Apalagi perut bayi juga masih kecil, jadi mereka butuh asupan makanan sekitar 2-3 jam sekali.

2. Produksi ASI Lebih Lambat

Lapar tidak selalu menjadi alasan si kecil rewel. Produksi ASI yang yang lebih lambat juga bisa membuat anak menjadi cranky atau rewel.

3. Perut Kembung

Layaknya orang dewasa, bayi juga merasa tidak nyaman saat perutnya penuh dengan gas atau kembung. Mereka cenderung kesulitan untuk mengeluarkan gas tersebut sehingga lebih memilih menangis untuk meminta pertolongan.

4. Kelelahan

Bayi yang beraktivitas seharian dan kurang tidur biasanya akan rewel di malam hari. Ini karena mereka kelelahan setelah mendapat banyak stimulan.

5. Suhu Ruangan Terlalu Dingin atau Terlalu Panas

Tubuh bayi jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa, jadi pastikan suhu kamar sesuai dengan kenyamanan bayi. Mengutip WebMD, disarankan untuk menyetel AC ke suhu 20-22 derajat Celsius.

Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

Ilustrasi Menenangkan Bayi yang Rewel. Foto: Shutter Stock

Setelah mengidentifikasi penyebab bayi rewel, berikan mereka solusi sesuai kebutuhannya. Misalnya, jika perutnya penuh gas, bantu mereka untuk kentut.

Tapi meskipun masalah sudah teratasi, biasanya si kecil masih saja rewel. Nah, Kemenkes membagikan trik yang bisa Anda terapkan untuk menenangkan si kecil, yakni:

  • Penuhi kebutuhan makan si kecil dengan menyusuinya sesering mungkin. Durasi yang dianjurkan adalah 8-12 kali sehari.

  • Gendong si kecil keliling kamar atau rumah selama 5 menit. Tenangkan mereka sambil mengelus-elus tubuhnya atau menyanyikan lagu.

  • Pastikan tempat tidur anak nyaman karena mereka sangat sensitif pada gangguan sekecil apa pun itu.

  • Nyalakan musik lembut dan pasang penyaring udara agar pernapasan anak lega dan bisa tidur dengan tenang.

Baca Juga: Doa Islami Agar Bayi Tidak Rewel dan Tidur Nyenyak