kumparan
8 April 2018 14:13

Kenapa Bayi Bisa Alergi Makan Telur ?

Telur. (Foto: Pexels)
Beberapa orang memang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, tak terkecuali bayi Anda. Bayi bisa mengalami alergi karena kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna.
ADVERTISEMENT
Salah satu makanan yang bisa membuat alergi pada bayi adalah telur. Meski sebagian anak biasanya alergi terhadap protein yang ada di dalam putih telur, tapi tidak menutup kemungkinan bayi bisa alergi juga terhadap protein dalam kuning telur.
Dikutip laman Mom Junction, penyebab mendasar dari alergi telur pada bayi adalah ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh untuk membedakan protein telur dari patogen penyebab penyakit. Tubuh melihat protein telur sebagai ‘musuh asing’ yang menyerang tubuh dengan melepaskan antibodi yang disebut sebagai immunoglobulin E (IgE).
Sel-sel dalam tubuh merasakan kehadiran IgE dan segera melepaskan histamin, yang pada akhirnya akan menyebabkan ruam kulit atau hidung berlendir.
Baik itu telur setengah matang, maupun yang matang sekalipun, protein dalam telur tetap bisa membuat anak jadi alergi. Tidak hanya itu, jika bayi Anda masih menyusu ASI dan alergi makan telur, maka Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi telur terlebih dahulu.
Telur. (Foto: Thinkstock)
Ciri anak yang alergi terhadap telur adalah memiliki ruam di sekujur tubuh yang disertai dengan pembengkakkan di bagian mata. Selain itu hidung anak juga bisa berair dan muncul banyak kotoran hidung serta adanya pembengkakkan di tenggorokan.
ADVERTISEMENT
Dalam kasus terburuk, alergi terhadap telur bahkan bisa membuat anak sesak napas dan menyebabkan kematian.
Jika Anda mendapati anak mengalami kondisi seperti ini, ada baiknya jika Anda segera membawanya ke dokter untuk diberikan obat antialergen. Dokter biasanya juga akan menyarankan tes kulit untuk memeriksa alergen, baik itu terhadap telur maupun makanan dan zat lainnya.
Jangan takut anak tidak mendapatkan cukup protein akibat alergi makan telur. Anak masih bisa mendapatkan kandungan protein dari makanan lainnya seperti: brokoli, kacang kapri, asparagus, dan edamame.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan