Kumparan Logo

Kenapa Bayi Suka Diajak Selfie seperti Anak Sabai Morscheck?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Sabai Dieter Morscheck dan anaknya, Mars. Foto: Instagram @sabaidieter
zoom-in-whitePerbesar
Sabai Dieter Morscheck dan anaknya, Mars. Foto: Instagram @sabaidieter

Setiap orang tua punya cara masing-masing untuk mengabadikan momen bersama bayi atau anaknya. Salah satunya adalah dengan mengajak bayi melakukan swafoto atau selfie. Hal ini juga dilakukan oleh beberapa selebriti Tanah Air, seperti Sabai Morscheck.

Ya Moms, ibu dua anak ini memang kerap memperlihatkan momen kebersamaannya di Instagram bersama kedua putranya. Baru-baru ini misalnya, Sabai mengunggah sebuah foto selfie yang memperlihatkan dirinya dan anak keduanya, Mars.

instagram embed

Uniknya, foto tersebut merupakan sebuah kolase dari beberapa foto selfie yang terlihat menggemaskan antara Sabai dan Mars. Bayi berusia satu tahun tersebut memperlihatkan berbagai gaya menggemaskan di fotonya. Mulai dari tersenyum, tertawa, cemberut hingga menjulurkan lidah. Wah, gemasnya!

Nah Moms, apakah bayi Anda juga suka diajak selfie? Ternyata, ada beberapa penyebab bayi suka diajak swafoto alias selfie, lho!

Alasan Bayi Suka Diajak Selfie

Ilustrasi ibu dan bayi selfie. Foto: Shutter Stock

Bayi dan balita tertarik dengan kamera smartphone yang menghadap ke depan karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena mereka senang dengan dirinya sendiri. Ya Moms, hal ini disampaikan oleh Christine McLean, psikolog yang mengajar di Departemen Studi Anak dan Remaja di Universitas Mount Saint Vincent Nova Scotia seperti dikutip dari The Atlantic.

“Bayi dan balita senang dengan diri mereka sendiri. Apalagi dari usia 1 hingga 3, anak-anak dengan cepat mengembangkan rasa identitas individunya dan senang mencoba hal-hal baru yang terkait dengan kesenangan dirinya,” jelas Christine.

Saat selfie, bayi seolah-olah sedang bermain dengan cermin. Menurut Christine, ingin mengeksplorasi siapa mereka, bagaimana wajah mereka dan betapa bagusnya mereka terlihat di layar smartphone orang tuanya.

“Jadi memang cara bayi berinteraksi dengan kamera smartphone yang menghadap ke depan tampaknya lebih mirip dengan cara mereka saat berinteraksi dengan sebuah cermin daripada berinteraksi secara historis dengan jenis kamera lain,” lanjut Christine.

Bayi sedang dalam proses mengembangkan kemampuan motoriknya dan belajar melakukan sesuatu sendiri dari apa yang dilihatnya. Christine mengimbau agar kelak orang tua tidak perlu terkejut apabila menemukan ratusan foto selfie bayinya di galeri smartphone. Ya Moms, si kecil mungkin sedang belajar bagaimana memotret dirinya sendiri dengan pose yang menggemaskan.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis