Kumparan Logo

Kenapa Bayi Tiba-tiba Menangis saat Tidur?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kenapa Bayi Tiba-tiba Menangis saat Tidur? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Bayi Tiba-tiba Menangis saat Tidur? Foto: Shutter Stock

Moms, pernahkah Anda mendengar bayi menangis padahal sedang tidur? Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi. Bayi menangis tiba-tiba saat tidur adalah bentuk komunikasi utama bayi saat lapar, hingga merasa tidak nyaman.

Tangisan ini tak jarang membuat orang tua bingung karena khawatir ada masalah kesehatan serius. Tenang saja, ini lumrah terjadi bagi bayi dan bukan pertanda bahaya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami apa saja penyebabnya agar bisa memberikan respons yang tepat tanpa panik berlebihan.

Lantas, apa yang menyebabkan si kecil menangis dalam tidurnya?

5 Penyebab Bayi Menangis Saat Tidur

1. Lapar

Ilustrasi bayi. Foto: Shutterstock

Salah satu alasan paling umum bayi menangis saat tidur adalah karena lapar. Dikutip dari Baby Sleep Site, beberapa bayi tidak sepenuhnya terbangun saat merasa lapar, tapi tetap bisa menyusu dengan semangat. Setelah diberi ASI, biasanya bayi akan kembali tidur dengan tenang.

2. Siklus Tidur Belum Matang

Penyebab kedua yaitu bayi yang baru melewati fase regresi tidur, terutama setelah usia 4 bulan, sedang belajar menyesuaikan siklus tidurnya. Saat transisi dari satu fase tidur ke fase lainnya, bayi bisa menjadi lebih rewel atau menangis. Selama ia bisa kembali tidur dengan cepat, hal ini tergolong normal.

3. Demam atau Tumbuh Gigi

Ilustrasi bayi menangis. Foto: Shutter Stock

Selain itu, rasa tidak nyaman akibat demam ringan atau proses tumbuh gigi bisa membuat bayi menangis di tengah tidurnya. Jika bayi tampak demam atau kesakitan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Kurang Tidur

Bayi yang kurang tidur bisa menjadi lebih mudah terbangun sambil menangis. Sehingga, penting untuk memperhatikan kebutuhan tidurnya dan menghindari membangunkannya secara tidak perlu.

5. Mimpi Buruk

Penyebab selanjutnya yaitu, meski masih bayi, ia bisa mengalami mimpi buruk, terutama mendekati usia satu tahun. Walaupun terdengar menakutkan, biasanya mimpi buruk ini tidak mengganggu tidurnya secara signifikan, dan bayi bisa kembali tidur setelahnya.

kumparan post embed