Kumparan Logo

Kenapa Ibu Hamil Sering Cegukan?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Cegukan menjadi salah satu hal yang kerap dialami ibu hamil dan terasa sedikit mengganggu. Fenomena ini sebetulnya lumrah terjadi, dan banyak penyebabnya yang sudah diteliti secara ilmiah, Moms.

Yuk kita kupas kenapa cegukan sering muncul saat kehamilan, apa kaitannya dengan perkembangan janin, serta kapan perlu waspada.

Penyebab Ibu Hamil Cegukan

Refleks diafragma dan otot-pernapasan

Cegukan terjadi ketika diafragma—otot tipis di bawah paru-paru—berkontraksi mendadak secara tak sengaja, disertai penutupan pita suara. Saat hamil, peningkatan hormon dan tekanan rahim ke organ-organ perut bisa memicu kontraksi diafragma ini lebih mudah.

Perkembangan diafragma dan paru-paru janin

Ternyata, janin di dalam rahim juga sering cegukan. Ini dianggap bagian dari latihan otot napas dan diafragma janin agar siap bernapas setelah lahir.

Volume dan tekanan cairan ketuban

Ada hipotesis bahwa jumlah cairan ketuban dan tekanan yang timbul bisa memicu cegukan pada janin, terutama di trimester awal dan tengah kehamilan, karena janin menelan dan mengembuskan cairan ketuban sebagai bagian dari perkembangan fungsi saluran pencernaan dan pernapasan.

Perubahan hormonal dan sistem saraf ibu

Saat hamil, hormon-seperti progesteron—yang membuat otot jadi lebih rileks—dan perubahan fisiologis lainnya bisa membuat refleks‐refleks seperti cegukan lebih mudah terjadi. Sistem saraf dan sinyal saraf yang mengatur diafragma juga ikut berubah selama kehamilan.

Ilustrasi ibu hamil cegukan. Foto: Krakenimages.com/Shutterstock

Cegukan janin (atau sensasi-cegukan di perut) biasanya aman dan normal. Banyak penelitian menyebutkan bahwa persepsi ibu terhadap cegukan janin adalah bagian dari kehamilan yang sehat, dan tidak berkaitan dengan risiko kematian janin.

Dalam sebuah studi, hampir semua ibu dilaporkan merasakan cegukan janin pada tahap tertentu kehamilannya, dan ini lebih sering dirasakan saat kehamilan mendekati akhir (near term).

Kapan Sebaiknya Waspada

Meskipun sebagian besar cegukan adalah tanda yang baik, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:

  • Jika cegukan janin terus-menerus lebih dari 15 menit, dan tidak hilang walau sudah ganti posisi tubuh.

  • Bila disertai gejala lain seperti berkurangnya pergerakan janin atau nyeri perut yang tidak wajar.

  • Bila Anda merasa sangat tidak nyaman atau ada kondisi kehamilan lain yang memerlukan pemantauan dokter.

Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis (dokter kandungan) agar diperiksa lebih lanjut.