Kenapa Ibu Menyusui Harus Rutin Mengosongkan Payudara?

Pada umumnya produksi ASI akan meningkat di minggu hingga bulan pertama kelahiran bayi. Meski tak dapat dipungkiri, mungkin saja ada masalah yang bisa Anda hadapai di awal proses menyusui. Misalnya saja, pelekatan yang kurang tepat sehingga menimbulkan rasa nyeri di payudara.
Jika menemui beberapa masalah menyusui, segerah berkonsultasi dengan konselor atau konsultan laktasi untuk mendapat solusi terbaik, Moms. Biasanya proses menyusui bayi mulai lancar ketika si kecil berusia sekitar 1-1,5 bulan.
F.B Monika, konselor menyusui sekaligus La Leche League Leader dalam bukunya yang berjudul ‘Buku Pintar ASI dan Menyusui’ mengatakan bahwa ibu menyusui jangan pernah membiarkan payudara penuh atau bahkan. Sebab, hal ini akan berdampak pada produksi ASI itu sendiri.
Lebih lanjut, Monika menjelaskan ada dua faktor yang bisa jadi penghambat jika payudara penuh dan tidak segera dikosongkan.
Adanya protein inhibitor atau penghambat produksi ASI (Feedback Inhibitor of Lactation/FIL), yaitu kondisi saat payudara ibu menyusui terasa penuh atau bahkan bengkak kemudian ada suatu zat atau protein peptida bernama FIL. Zat inilah yang nantinya akan mempengaruhi produksi ASI menjadi lambat.
Tekanan pada payudara, yaitu kondisi saat ASI yang terasa penuh itu akan menekan payudara sehingga aliran darah ke payudara berkurang dan juga menekan sel pembentuk ASI.
Berdasarkan penelitian, kata Monika, payudara yang dibiarkan penuh selama 6 jam tanpa disusui langsung ke bayi atau tidak diperah sama sekali, maka saat diperah nantinya akan menghasilkan ASI hanya sebanyak 22 ml per payudara. Sementara, ibu yang menyusui tiap 90 menit menghasilkan lebih dari 2 kali lipat, yakni sekitar 56 ml per payudara.
“Jadi, ketika ASI dikeluarkan atau dikosongkan dengan frekuensi yang sering, protein inhibitor atau penghambat produksi ASI (FIL) akan tertekan. Tekanan ASI pada payudara pun akan berkurang sehingga produksi ASI menjadi lebih cepat,” jelas Monika.
Oleh karena itu, Anda harus rutin menyusui bayi. Jika sedang tidak bersama bayi, Anda juga perlu rutin memerah ASI untuk mengosongkan payudara.
Nah Moms, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar pengosongan payudara lebih optimal.
Pastikan bayi menyusu dengan efisien. Utamakan pelekatan yang baik dan jangan pernah biarkan bayi menempel pada payudara tanpa mengisap dan menelan dalam jangka waktu yang lama.
Pijatlah payudara sebelum menyusui atau memerah. Hal ini berguna untuk memperlancar aliran ASI.
Lakukan penekanan payudara (breast compression) selama menyusui atau memerah. Kegiatan ini juga berfungsi untuk melancarkan aliran ASI yang terhambat di sekitar area payudara.
Perah langsung payudara dengan tangan setelah menyusui. Sebab berdasarkan penelitian, rata-rata bayi hanya mengosongkan payudara sekitar 67 persen.
Terakhir yang perlu Anda ingat adalah tawarkanlah (bukan memaksa) kedua payudara dalam setiap sesi menyusui. Tunggu beberapa saat hingga si kecil menyelesaikan satu payudara sebelum Anda menawarkan payudara yang lain.
