Kumparan Logo

Kenapa Kelelahan Bisa Sebabkan Anak Batuk?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock

Batuk sering kali dialami anak terutama di masa peralihan musim kemarau ke hujan. Perubahan cuaca yang ekstrem membuat sistem pernapasan anak sensitif, sehingga ia mudah terserang batuk dan pilek.

Namun, tidak sedikit juga anak yang tiba-tiba mengalami batuk meski cuaca sedang baik-baik saja. Hal ini tentu membuat ibu khawatir dan bertanya-tanya. Lantas, apa penyebabnya? Apakah karena anak kelelahan setelah beraktivitas?

Apakah Kelelahan Bisa Sebabkan Anak Batuk?

Anak batuk Foto: Shutterstock

Ya Moms, tubuh yang amat kelelahan setelah beraktivitas seperti bermain atau sekolah bisa menyebabkan batuk pada si kecil. Mengutip Parents, anak yang kelelahan biasanya mengalami batuk yang lemah dan bersuara serak, disertai demam, nyeri otot, hingga pilek.

Kemungkinan penyebabnya adalah paparan virus influenza yang menyerang sistem pernapasan anak-anak ketika sistem kekebalannya menurun karena kelelahan. Virus flu sendiri memiliki masa inkubasi yang panjang, sehingga si kecil mungkin baru akan mengalami gejalanya beberapa hari setelah terinfeksi.

Pada saat itu, bukan tidak mungkin anak Anda menyebarkan penyakitnya pada teman atau keluarga lainnya. Hal yang sama juga bisa terjadi bila anak-anak lain di lingkungan bermain atau sekolah si kecil mengalami flu lebih dulu.

“Itu bisa menyebar melalui tetesan kecil, jadi, ketika teman sekelasnya bersin sekali saja, virus flu terbang melintasi ruangan dan menulari anak Anda,” ungkap asisten profesor pediatri di Cleveland Clinic Children’s Hospital, Dr. Debbie Lonzer, MD.

Untuk mengatasinya, pastikan ibu memberikan asupan cairan yang cukup agar tenggorokan anak tidak kering atau sakit karena tekanan akibat batuk terus-menerus. Jika anak demam, berikan ia pakaian yang tipis dan longgar dan berikan kompres hangat untuk membantunya beristirahat lebih nyaman. Selain itu, jauhkan pula anak dari paparan alergen yang mungkin bisa memperparah batuknya seperti debu dan asap rokok.

Lantas, kapan perlu membawa anak ke dokter?

Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock

Dalam kebanyakan kasus, batuk akibat kelelahan akan membaik secara perlahan setelah anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi kekhawatiran apabila berlangsung lebih lama. Jadi, sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter jika si kecil mengalami beberapa hal berikut, seperti dikutip dari Web MD berikut ini:

  • Batuk hingga terengah-engah.

  • Tersedak saat batuk.

  • Mengalami kesulitan bernapas atau napas cepat meski sedang tidak batuk.

  • Tidak sadar atau tidak bernapas setelah batuk.

  • Batuk hingga tidak bisa berbicara.

  • Bibir dan kukunya membiru.

  • Tampak sangat kesakitan.

kumparan post embed