Kumparan Logo

Kenapa Mata Anak Sering Berkedip?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mata anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mata anak. Foto: Shutterstock

Mata anak mungkin menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering Anda tatap. Sehingga, bila terjadi sesuatu yang tidak beres pada mata si kecil, biasanya Anda bisa dengan mudah mendeteksinya. Misalnya saja soal frekuensi berkedip yang terlalu sering.

Ya Moms, berkedip merupakan salah satu reflek normal untuk melindungi mata dari rasa kering, cahaya yang terlalu terang, benda asing, serta sebagai cara untuk membersihkan permukaan mata.

Pada bayi, berkedip biasanya dilakukan sebanyak 2 kali setiap menit. Sementara seiring berjalannya waktu, jumlahnya meningkat menjadi 14 sampai 17 kali per menit. Tapi, bagaimana bila anak terlalu sering berkedip? Apakah hal itu normal?

Penyebab Mata Anak Sering Berkedip

Dikutip dari laman resmi American Academy of Ophthalmology (AAO), ada 4 penyebab umum mata anak sering berkedip, yaitu:

1. Masalah pada kornea

Mata Anak. Foto: Shutterstock

Masalah pada kornea bisa membuat anak jadi sering berkedip. Hal ini bisa terjadi karena: mata kering, bulu matanya masuk ke dalam, masuknya benda asing ke dalam atau bawah kelopak mata, alergi, hingga mata merah.

Saat anak mengalami beberapa penyebab tersebut maka matanya pun menjadi lebih sering berkedip, Moms.

2. Kebiasaan

Kegiatan yang dilakukan atau diucapkan berulang secara tidak sengaja atau di luar kendali dan disebut Sindrom Tourette atau TIC. Salah satunya adalah sering berkedip.

Biasanya kondisi ini terjadi pada anak berusia 2 sampai 15 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Ada pun Sindrom Tourette biasanya disebabkan karena anak merasa stres, cemas, lelah atau bosan.

3. Rabun

Ilustrasi anak pakai kacamata. Foto: Shutterstock

Anak yang sering berkedip juga bisa disebabkan karena matanya mengalami rabun jauh, rabun dekat atau astigmatisme. Salah satu gejala awal anak mengalami rabun adalah berkedip, Moms.

Untuk penanganan lebih lanjut, sebaiknya Anda mengajak si kecil untuk mengunjungi dokter spesialis mata. Nantinya dokter akan memberikan obat atau resep untuk membuat kacamata agar penglihatannya lebih jernih atau jelas.

4. Strabismus

Strabismus atau mata juling adalah kondisi saat kedua mata anak tidak sejajar dan melihat ke titik arah yang berbeda. Maksudnya, bisa jadi satu mata melihat ke depan, sementara yang mata yang lain melihat ke atas, bawah atau samping, alhasil kedua bola matanya tidak fokus ke objek yang sama, Moms.

Nah, salah satu gejala mata yang strabismus adalah sering berkedip atau menyipitkan mata. Hal ini makin sering terjadi apalagi saat di bawah sinar matahari.

Oleh sebab itu, apabila Anda mendapati anak sering berkedip, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata, ya!

kumparan post embed