Kumparan Logo

Kenapa Perut Ibu Kram saat Menyusui?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutterstock

Ada banyak hal yang bisa menjadi hambatan dan tantangan ibu di masa menyusui bayi. Beberapa di antaranya seperti, puting nyeri, serta payudara bengkak atau kram yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Selain pada payudara, kram juga bisa muncul pada area perut saat ibu menyusui. Kram perut ini sering kali membuat proses menyusui menjadi terhambat. Lantas, apa yang jadi penyebabnya, ya?

Penyebab Perut Ibu Kram saat Menyusui

Ilustrasi perut ibu menyusui kram. Foto: bluedog studio/Shutterstock

Dokter Kandungan di Providence Saint John’s Health Center, California, Dr. Yvonne Bohn, MD, mengatakan, kram perut dialami oleh banyak ibu menyusui dan tidak perlu dikhawatirkan. Merupakan hal normal bila ibu mengalami kram perut saat menyusui terutama selama beberapa hari setelah melahirkan.

“Itu (kram perut) normal dan biasanya ada kaitannya dengan oksitosin, yaitu hormon yang menyebabkan kontraksi rahim ketika dilepaskan dari tubuh dalam proses persalinan atau menyusui,” jelas Dr. Yvonne seperti dikutip dari MD.

Kram perut memang sering kali membuat ibu tidak nyaman dan mempengaruhi proses menyusuinya. Oleh karenanya, beberapa ibu mungkin perlu mencari posisi yang lebih nyaman saat menyusui. Namun, kondisi ini akan membaik seiring waktu, Moms.

“Kram perut cukup tidak nyaman pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, tetapi akan semakin membaik seiring dengan menyusutnya rahim dan kontraksi berkurang akibat pelepasan oksitosin,” kata konsultan laktasi, Katie Clark, IBCLC.

kumparan post embed

Sebagian besar ibu mengalami kram perut saat menyusui selama beberapa hari pertama pascapersalinan. Namun, beberapa ibu lainnya mungkin bisa mengalami hal ini hingga hingga enam minggu setelahnya. Kendati demikian, kram perut bukanlah kondisi yang perlu Anda khawatirkan, kecuali jika rasa sakitnya semakin parah hingga tidak tertahankan.

“Jika sakitnya sangat parah dan ibu tidak bisa menahannya, obat pereda nyeri tidak bekerja yang menyebabkan kekhawatiran serta kecurigaan muncul, tidak ada salahnya untuk langsung berkonsultasi dengan dokter,” lanjut Katie.

Kram Perut Berdampak Positif Bagi Ibu Menyusui

Perut ibu menyusui kram. Foto: Shutterstock

Faktanya, kram perut merupakan efek samping positif yang penting dari proses menyusui itu sendiri. Sebab, kontraksi rahim akibat pelepasan hormon oksitosin dapat mencegah ibu dari risiko pendarahan postpartum. Selain itu, keberadaan hormon oksitosin juga membantu mengecilkan rahim ke ukuran sebelumnya setelah meregang akibat kehamilan.

“Induksi alami dari hormon oksitosin ini sebenarnya bekerja untuk mengecilkan rahim yang telah meregang ke ukuran sebelumnya. Meski rahim juga bisa menyusut secara alami tanpa menyusui ataupun kontraksi,” pungkas Dr. Yvonne.