Kumparan Logo

Kenapa Rambut Bayi Baru Lahir Rontok?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rambut bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Rambut rontok bukan cuma terjadi pada orang dewasa, sebab bayi baru lahir pun mengalaminya.

Ya Moms, bila si kecil yang baru lahir mengalami rambut rontok, tidak perlu khawatir. Sebab kerontokan pada rambut bayi adalah hal normal. Ini biasanya terjadi sampai bayi berumur 6 bulan. Demikian yang dikatakan Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yogasatria Sp.A.

Penyakit tertentu bisa menyebabkan kerontokan rambut pada bayi. Foto: Shutterstock

"Sebenarnya bayi itu hampir semuanya akan mengalami rontok. Dalam 6 bulan pertama akan mengalami rontok, terutama paling banyak saat usia 3 bulan. Bayi mengalami rambut rontok itu normal," ujarnya saat dihubungi kumparanMOM, belum lama ini.

dr. Lucky menjelaskan bahwa rambut bayi memiliki dua fase, yaitu fase pertumbuhan dan fase istirahat. Saat fase istirahat inilah, rambut yang terbentuk dalam kandungan ini umumnya akan rontok dalam 6 bulan pertama si kecil lahir.

kumparan post embed

Lalu, setelah rambut yang terbentuk dalam kandungan rontok, akan tumbuh rambut baru yang sifatnya permanen dan mengikuti siklus pertumbuhan rambut secara alamiah.

Akan tetapi, kadang kala beberapa bayi yang mengalami rambut rontok bisa membentuk pola tertentu atau hanya di bagian tertentu saja, misalnya pada bagian belakang kepala. Hal ini biasanya disebabkan karena bayi di usia 6 bulan ke bawah lebih suka dalam keadaan terlentang.

"Telentang ini kan posisi tidur, jadi yang rambut belakang pertumbuhannya nggak baik. Ini juga bersifat sementara. Kalau dia sudah mulai berguling, sudah mulai bisa duduk, rontok sudah mulai berkurang. Makanya ini kenapa pas usia 3 bulan mulai ditengkurapkan, mulai latihan, itu berpengaruh sama pertumbuhan rambutnya," jelas dokter yang menyediakan konsultasi online melalui akun Instagram @/klinikkecil ini, Moms.

Lantas, kapan orang tua perlu mewaspadai soal kerontokan rambut bayi ini?

Ilustrasi rambut bayi rontok Foto: Bottlein/Pixabay

Lebih lanjut, dr. Lucky menjelaskan bahwa ada sedikit kasus kerontokan rambut bayi yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Hal tersebut perlu orang tua waspadai. Misalnya infeksi kulit karena jamur atau gangguan hormon. Biasanya bila terjadi karena infeksi kulit ini bisa jadi karena kurangnya kebersihan area rumah.

Selanjutnya bisa disebabkan karena ketombe pada bayi, namun ini sifatnya juga sementara. Meski demikian, ada baiknya orang tua mengkonsultasikan ke dokter agar dapat diobati.

Selain itu, kerontokan rambut bayi ini juga bisa disebabkan oleh alopecia areata, yang mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan mengakibatkan rambut rontok.

"Jadi tubuhnya sendiri menghancurkan folikel-folikel rambut. Ini harus pakai terapi, harus diobati. Jadi nemu kondisi ini di atas setahun, keadaanya kepala penyebab rontok masih jelas, mendingan ke dokter anak," pungkasnya.

kumparan post embed