Mom
·
25 Oktober 2020 9:10

Kenapa saat Hamil Keputihan?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kenapa saat Hamil Keputihan?  (14122)
Ilustrasi ibu hamil keputihan. Foto: Shutterstock
Saat hamil, tubuh Anda mengalami berbagai perubahan. Salah satu yang umum terjadi adalah keputihan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, saat hamil, Anda mungkin akan menemukan keputihan yang lebih banyak dari pada biasanya. Lantas, normalkah hal itu?

Keputihan yang Normal saat Hamil

Kenapa saat Hamil Keputihan?  (14123)
Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock
Moms, jangan cemas dulu, sebab keputihan saat hamil normal terjadi, asalkan cairannya itu berwarna bening atau seperti susu dan tidak berbau.
Keputihan mulai terjadi bahkan sejak 1-2 minggu usai konsepsi atau ketika sel telur dan sperma bertemu. Kondisi ini bisa juga terjadi sebelum Anda melewatkan menstruasi. Intensitas cairan ini pun akan semakin banyak di masa akhir kehamilan Anda.
Ada pun pada minggu-minggu terakhir kehamilan, cairan ini mungkin akan keluar bersama lendir darah yang merupakan salah satu tanda persalinan akan segera tiba.

Penyebab Keputihan saat Hamil

Kenapa saat Hamil Keputihan?  (14124)
Ilustrasi keputihan saat hamil. Foto: Shutterstock
Dilansir Verywell Family, keputihan bisa terjadi saat hamil karena adanya peningkatan aliran darah ke daerah vagina dan peningkatan hormon kehamilan, seperti estrogen dan progesteron.
ADVERTISEMENT
Selain itu, perubahan pada serviks selama kehamilan juga berperan dalam memengaruhi keputihan. Saat dinding serviks dan vagina melunak, tubuh mengeluarkan cairan berlebih untuk membantu mencegah infeksi. Mendekati hari kelahiran, kepala bayi yang menekan leher rahim juga bisa menyebabkan peningkatan keputihan.
Selama tidak berbau busuk, berwarna kuning atau hijau atau abu-abu, dan tidak sebabkan gatal, maka Anda tak perlu khawatir sebab hal ini tergolong normal. Bila Anda kurang nyaman karenanya, Anda bisa menggunakan panty liners.
Namun jangan sekali-sekali menggunakan tampon. Alasannya karena tampon jusru bisa memasukkan kuman baru ke dalam vagina. Juga jangan membersihkan vagina dengan air yang dicampur cairan antiseptik.
Yang tak kalah penting juga, hindari menganalisis keputihan yang Anda alami dengan kemungkinan terjadinya infeksi, sehingga Anda akan mengobati keputihan itu sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Bila ibu hamil ragu dan khawatir dengan kondisi cairan keputihan, segera konsultasikan ke dokter.
ADVERTISEMENT