Kenapa Suami Bisa Tertarik dengan Babysitter atau ART? Ini Kata Psikolog
·waktu baca 3 menit

Menyusul kabar berakhirnya pernikahan seorang selebriti, beredar dugaan perselingkuhan antara sang suami dengan babysitter atau pengasuh anaknya. Hal ini pun ramai dibicarakan di media sosial, termasuk soal apa yang bisa membuat suami tertarik pada babysitter atau pengasuh anak?
Terkait hal ini, kumparanMOM menghubungi psikolog Roslina Verauli M.Psi, Psi. Apa pendapatnya?
Kata Psikolog soal Penyebab Suami Bisa Tertarik dengan Babysitter atau ART
Vera menjelaskan, seseorang yang sudah menikah kemudian melakukan aksi-aksi seksual di luar pernikahan itu bisa terjadi karena berbagai hal. Salah satunya terkait posisi perempuan sebagai pencari nafkah utama atau breadwinner.
“Ada data yang menunjukkan ketika di dalam pernikahan perempuannya adalah pencari nafkah utama atau breadwinner dan laki-lakinya tergantung pada perempuan dalam hal finansial, ternyata risiko atau potensi si laki-laki berselingkuh itu lebih besar,” kata psikolog yang kerap disapa Vera itu.
Ia melanjutkan, ketika suami bergantung pada istri maka akan ada upaya kompensasi berlebihan dari pihak laki-laki. Suami mempunyai penghayatan tentang gender bahwa mereka maskulin, sehingga seharusnya menjadi pencari nafkah utama di dalam keluarga. Tapi, ketika mereka tidak bisa melakukannya, suami merasa identitas gendernya pun terancam.
“Ada upaya untuk mengatasi perasaan insekuritas atau over compensation itu dengan cara tertentu salah satunya adalah dengan punya pasangan lebih dari satu,” lanjut Vera.
Lantas bagaimana dengan kecenderungan perselingkuhan terjadi dengan babysitter, asisten rumah tangga (ART) atau orang yang bekerja pada keluarga?
Menurut Vera, bisa jadi ini merupakan upaya suami untuk menyetarakan kembali kedudukannya terhadap si istri. Sehingga, perselingkuhan yang dilakukannya pun disebut downgrade sebagai upaya untuk kompensasi atas status atau penghayatan identitas diri yang tidak mampu pada suami.
Perselingkuhan downgrade juga bisa dilakukan oleh individu dengan minat seksual tinggi yang dibarengi dengan adanya kesempatan untuk melakukan aktivitas seksual lebih di luar pernikahan.
“Bayangkan ya, ketika suami lebih sering bertemu dengan asisten di rumah atau babysitter yang mengasuh anaknya, jadi dalam relasi tersebut ada kesempatan untuk melakukan aktivitas seksual besar kalau ketemunya setiap hari,” ungkap Vera.
Hal ini bisa terjadi ketika relasi antara suami dan istri juga rendah. Misalnya, ketika pasangan suami istri sama-sama sibuk bekerja, atau si istri yang karirnya lebih cemerlang kemudian mempunyai tanggung jawab untuk lebih lama di luar rumah daripada suami. Sehingga, faktor kehadirannya di rumah pun berkurang dan relasinya dengan suami melemah.
“Sehingga, laki-laki berisiko melakukan perselingkuhan dengan siapa pun terutama dengan orang yang ditemuinya sehari-hari di rumah seperti babysitter atau ART. Bisa seperti itu. Apalagi, kebanyakan laki-laki itu butuh dihargai soal ego dan pride-nya,” tambah Vera.
Artinya, ketika berselingkuh dengan babysitter atau ART-nya, suami merasa dianggap sebagai hero atau pahlawan karena posisinya lebih tinggi dari perempuan.
Oleh karena itu, dalam kebanyakan kasus perselingkuhan bisa dianggap bahwa laki-laki sebenarnya sedang jatuh cinta dengan versi dirinya yang baru karena merasa lebih dihargai.
