Kenapa Ya, Suami Gengsi Menyatakan Perasaan ke Istri?
·waktu baca 2 menit

Memiliki hubungan suami istri yang harmonis merupakan dambaan semua orang. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan mengkomunikasikan segala hal pada pasangan setiap harinya. Bukan hanya terkait masalah, tapi juga perasaan masing-masing.
Misalnya saja ungkapan perasaan sederhana seperti suami yang memuji istri karena perilaku dan perhatiannya atau sebaliknya. Kebanyakan wanita mungkin dengan mudah mengungkapkan perasaannya, tapi laki-laki atau si suami justru sering kali tampak gengsi.
Meski mereka sebenarnya ingin, tapi terasa sulit untuk menyampaikannya. Kira-kira kenapa ya, Moms?
Alasan Suami Suka Gengsi Nyatakan Perasaan ke Istri
Mengutip Psychology Today, konselor pernikahan, Tara Vossenkemper, mengatakan bahwa kebanyakan laki-laki tidak didukung secara sosial saat berbicara tentang perasaannya. Oleh karenanya, mereka memiliki lebih sedikit ruang untuk mengeksplorasi dan berbagi akan perasaannya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh psikolog klinis dewasa, Nadya Pramesrani. Menurutnya, bisa jadi suami tidak dibiasakan untuk mengekspresikan diri atau mendapat apresiasi positif secara verbal sejak kecil. Sehingga, mereka jadi takut akan respons yang diterima dari istri nantinya.
“Jadinya tidak nyaman juga untuk menyatakan secara verbal karena khawatir dengan respons yang akan diterima. Misal, habis muji atau say something nice lalu malah dapat respons –tumben, abis ngapain, nih?,” ujar Nadya saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Menurut Nadya, kekhawatiran ini membuat laki-laki atau para suami enggan untuk menyatakan perasaannya. Padahal, sebenarnya mereka juga membutuhkan apresiasi atau ungkapan sayang secara verbal dari istrinya.
Lantas, apa solusinya? Dibiasakan, Moms.
“Jadikan rutinitas tiap hari deh. Ada apresiasi verbal atau ekspresi sayang yang memang disampaikan setiap hari, tapi bukan gombalan, ya. (Caranya) latihan gratitude untuk lebih menghargai hal-hal kecil,” lanjut Nadya.
Ini bisa dimulai dengan mengucapkan ‘terima kasih’ saat suami membantu pekerjaan rumah tangga, misalnya membuang sampah tanpa harus diminta, saat ia menyiapkan sarapan, dan lainnya. Jangan lupa disertai dengan sentuhan fisik, tepukan di bahu, pinggang, tangan, atau sesimpel dengan kontak mata.
Jadi, intinya adalah dengan memberikan contoh pada suami bagaimana cara mengekspresikan diri dan perasaannya, Moms. Kenali juga bahasa cinta suami agar Anda lebih paham kapan sebenarnya mereka bisa menyatakan perasaannya dengan mudah.
Jika ini tidak berhasil juga, sebaiknya sampaikan dengan jelas soal keinginan Anda agar suami tidak gengsian lagi.
“Sampaikan secara verbal ekspektasi (istri) terhadap suami,” pungkas Nadya.
