Kumparan Logo

Kental dan Encer, Kenapa ASI Bisa Berubah-ubah?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ASI. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI. Foto: Shutter Stock

Bila ini adalah pengalaman pertama Anda menyusui, ada berbagai hal tentang ASI yang bisa jadi membuat Anda bingung. Mulai dari warna ASI yang tidak selalu putih seperti susu, hingga tekstur ASI yang bisa berubah-ubah, kadang kental kadang encer. Apakah Anda pernah punya pengalaman seperti itu, Moms?

Ya, tekstur ASI yang bisa berubah-ubah memang bisa membuat ibu menyusui panik. Beberapa di antaranya, mungkin khawatir bahwa hal itu berkaitan dengan kualitas ASI.

Lantas, kenapa tekstur ASI kerap berubah-ubah, ya? Dan apakah aman dikonsumsi bayi?

Alasan Tekstur ASI yang Sering Berubah Kental dan Encer

Foremilk (kiri) dan hindmilk (kanan) ASI. Foto: https://aimi-asi.org

Tekstur ASI biasanya memang berubah-ubah dari kental dan encer atau sebaliknya. Ini merupakan hal yang normal dan terjadi pada semua ibu menyusui. Pada dasarnya, ASI memang memiliki kedua tekstur ini secara alami dan mereka keluar secara bergantian di setiap sesi menyusui.

Ada dua jenis ASI yang perlu dipahami yaitu, foremilk dan hindmilk. Foremilk merupakan ASI bertekstur cair yang pertama kali diisap bayi saat menyusu. Karena warnanya yang putih jernih, beberapa ibu mungkin beranggapan bahwa kualitas ASI yang dimilikinya buruk.

Padahal, foremilk memiliki kandungan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin dan protein yang tinggi. Selain itu, ASI encer juga kaya akan laktosa yang bisa mendukung perkembangan otak bayi, memberikan energi dan mengatasi rasa haus pada si kecil.

Sementara, ASI yang bertekstur kental disebut dengan hindmilk atau ASI belakang. Sebab, hindmilk biasanya keluar saat sesi menyusu bayi segera berakhir. Hindmilk memiliki warna kekuning-kuningan dan mengandung tinggi lemak, sehingga membuat bayi merasa kenyang.

Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Tekstur kental maupun encer tidak menjadi penentu kualitas ASI. Baik ASI foremilk maupun hindmilk sama-sama mengandung nutrisi yang bagus untuk kesehatan dan mendukung tumbuh kembang bayi Anda, Moms. Oleh karena itu, sebisa mungkin bayi mendapatkan asupan foremilk dan hindmilk yang seimbang saat menyusu.

dr. Sara Elise Wijono, Mres., Dokter Umum sekaligus Konselor Laktasi dari RSIA Bina Medika Bintaro, Tangerang Selatan menyarankan agar bayi menyusu di satu payudara terlebih dahulu sampai selesai, sehingga bisa mendapatkan foremilk dan hindmilk.

"Susui bayi pada dua payudara secara bergiliran. Namun, untuk mendapatkan hasil yang baik, biarkan si kecil menyusu di satu payudara terlebih dulu hingga selesai," kata dr. Sara dalam Webinar bersama Titan Center dengan tema 'A-Z Seputar Laktasi, Mitos dan Fakta Seputar ASI dan Menyusui beberapa waktu lalu.

Jika bayi terlihat masih lapar, maka ibu boleh memindahkan bayi ke payudara yang lainnya dan melanjutkan menyusu. Cara ini akan membuat bayi mendapatkan komposisi ASI yang lengkap, Moms.