Untitled Image

Keren! 5 Komunitas Ini Bergerak untuk Anak dan Keluarga di Indonesia

16 Agustus 2021 16:02 WIB
·
waktu baca 9 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Menjadi ibu adalah proses belajar sepanjang masa. Ya Moms, buat ibu baru, proses mengasuh dan mendidik anak bisa jadi tantangan tersendiri.
ADVERTISEMENT
Begitu pula dengan ibu yang sudah punya anak lebih dari satu. Sebab, setiap anak punya karateristik yang berbeda-beda. Sehingga, cara mendidik dan membesarkannya pun tetap butuh penyesuaian.
Jangan lupa juga bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang seiring berjalannya waktu, tak terkecuali pengetahuan seputar pengasuhan anak. Oleh karena itu, sebagai seorang ibu, Anda perlu meningkatkan wawasan seputar pola pengasuhan atau parenting. Salah satu caranya adalah dengan bergabung di komunitas, Moms!
Ilustrasi komunitas parenting. Foto: Thinkstock
Ya, kini sudah banyak komunitas parenting yang siap membantu ibu menghadapi beragam tantangan dalam mengasuh anak. Apalagi, berkat kemajuan teknologi, Anda bisa berbagi cerita hingga pengetahuan dengan ibu dari berbagai daerah dan latar belakang di dalam komunitas secara virtual.
Nah Moms, berikut adalah beberapa komunitas parenting yang bermanfaat bagi ibu dan bayi.
ADVERTISEMENT
Komunitas MPASI Bayi Sehat
MPASI Bayi Sehat. Foto: Dok. Istimewa
Menyiapkan makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi merupakan kegiatan yang susah-susah gampang bagi para ibu. Apalagi, untuk ibu baru, ya.
Maka tak heran, jika Anda dan ibu lainnya butuh komunitas yang mampu memberikan informasi yang akurat dan berbagi pengalaman soal MPASI.
Ya Moms, hal itu lah yang membuat Dinda Dara Saskia, mendirikan Komunitas MPASI Bayi Sehat yang kini memiliki 3.000 anggota dari seluruh Indonesia. Sebelum mendirikan komunitas MPASI Bayi Sehat pada 2017, awalnya Dinda hanya membuat akun Instagram @mpasibayisehat pada 2015, di mana isinya berbagi soal resep-resep MPASI anaknya.
“Karena awalnya hanya share resep MPASI pribadi anakku aja, lama lama banyak yang respons. Karena dulu belum sebanyak ini orang share resep (MPASI) anak mereka. Lama-lama banyak juga yang cari info dan update seputar MPASI. Jadi terbentuklah Komunitas MPASI Bayi Sehat,” jelas Dinda saat dihubungi kumparanMOM lewat pesan singkat di WhatsApp beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Seiring berjalannya waktu, komunitas MPASI Bayi Sehat pun tidak hanya berbagi soal resep saja. Tetapi juga memberikan edukasi soal tumbuh kembang anak, keseharian ibu-ibu di rumah, dan komunikasi antar suami dan istri. Lalu yang paling penting, komunitas ini juga selalu memberikan dukungan bagi para ibu yang anaknya sedang melalui fase MPASI.
“Komunitas untuk menjadi support system para ibu melewati fase MPASI. Karena kadang ibu gak menemukan teman atau support system di lingkungannya. Sebagai wadah untuk mengaktualisasi diri dan bertukar pikiran dengan para ibu lainnya,” lanjut Dinda.
Nah Moms, menariknya, Komunitas MPASI Bayi Sehat juga rutin membuat program seputar MPASI, seperti kelas online bersama dokter anak atau ahli gizi, membuat grup khusus berbagi resep, serta market day di mana anggota komunitas boleh berjualan produk ibu dan bayi, dan juga bagi-bagi hadiah.
ADVERTISEMENT
Kumpul Dongeng Surabaya
Kumpul Dongeng Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya didirikan pada 22 Desember 2015, dengan tujuan untuk menyosialisasikan kembali dongeng dan mengembalikan kebiasaan mendongeng kembali ke rumah-rumah. Selain itu, komunitas ini juga ingin meningkatkan kesadaran orang tua, guru, dan masyarakat bahwa dongeng sangat penting untuk tumbuh kembang anak.
“Jadi kita ingin mengajak orang tua kembali mendongeng untuk anaknya dan meyakini bahwa mendongeng adalah media komunikasi efektif untuk anak dan orang tua. Mulai sejak itu, membuat kegiatan-kegiatan mendongeng,” jelas Inge Ariani Safitri, pendiri komunitas Kumpul Dongeng Surabaya.
Kegiatan mendongeng yang biasanya dilakukan oleh komunitas beranggotakan 45 orang ini, salah satunya adalah sharing dongeng yang diadakan setiap bulan. Kemudian di masa pandemi ini juga ada kegiatan cerita pagi-pagi dan cerita sore-sore di Instagram TV komunitas.
ADVERTISEMENT
Lalu, komunitas Kumpul Dongeng Surabaya juga biasanya mendongeng ke sekolah-sekolah, dan ada juga kegiatan akbar mereka yakni Festival Dongeng Surabaya. Namun karena masa pandemi, semua kegiatan tersebut dilakukan secara virtual.
Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya juga pernah menerbitkan buku pada 2019, yang berjudul Pahlawan Kota Kita yang ditulis oleh relawan. Kemudian di 2020, mereka juga menerbitkan buku berjudul Ceritaku Ceritamu Edisi Corona yang ditulis oleh 23 anak dari Aceh hingga Papua.
Anak-anak yang bergabung dengan komunitas juga diberikan kesempatan untuk mendongeng di radio Surabaya. Para relawan yang bergabung dengan komunitas ini, rata-rata memang memiliki ketertarikan terhadap dongeng. Latar belakang anggotanya juga beragam, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, guru, anak-anak hingga pendongeng.
ADVERTISEMENT
Komunitas Ibu Main STrEAM
Kegiatan Rumah Main STrEAM. Foto: Dok. Pribadi Rumah Main STrEAM
Moms, apakah Anda pernah mendengar tentang pendekatan STEAM? STEAM merupakan singkatan dari Sains (Science), Teknologi (Technology), Teknik (Engineering), Seni (Art), dan Matematika (Mathematic). Pendekatan ini pun dapat Anda terapkan saat sedang bermain bersama anak di rumah. Bahkan, salah satu komunitas bernama Rumah Main STrEAM juga menerapkan pembelajaran dengan pendekatan STEAM ini, lho!
Rumah Main STrEAM didirikan pada 8 Agustus 2018 oleh Yuni Widiastuti (Founder) sekaligus inisiator Komunitas Ibu MainSTrEAM. Seiring berjalannya waktu hingga saat ini, Yuni pun dibantu oleh dua rekannya Anggi Tri Damayanti dan Ajeng Wulansasi untuk mengembangkan Rumah Main STrEAM.
Rumah Main STrEAM merupakan wadah bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat umum untuk terlibat dengan pembelajaran dan bermain berbasis STEAM seperti yang sudah dijelaskan di atas. Lewat Rumah Main STrEAM, Yuni dan kawan-kawan punya mimpi besar untuk menciptakan komunitas yang menerapkan STEAM sebagai kebutuhan dasar yang mudah dipelajari dan diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari abad ke-21. Ada pun keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan oleh anak-anak, yaitu anak didorong untuk bisa berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan dapat berkomunikasi dengan baik.
ADVERTISEMENT
Di Rumah Main STrEAM sendiri terdapat dua program bermain, yakni Kotak Main STrEAM dan Komunitas Ibu Main STrEAM. Kotak Main STrEAM merupakan berbagai jenis permainan dari Rumah Main STrEAM yang dapat Anda beli dan nantinya dapat digunakan secara mandiri bersama anak di rumah.
Sedangkan, Komunitas Ibu Main STrEAM merupakan komunitas diskusi yang dibuat sebagai wadah untuk para ibu dan pemerhati pendidikan anak di seluruh Indonesia yang nantinya mereka anak diperkenalkan dengan aktivitas pendidikan berbasis STEAM. Melalui komunitas ini, Yuni ingin meningkatkan keterampilan perempuan Indonesia saat mereka membersamai anak dalam kegiatan bermain di kesehariannya.
"Kalau kotak main STrEAM kita punya program untuk anak usia 2-12 tahun. Tapi kalau Komunitas Ibu Main STrEAM itu balik lagi, dari anaknya masih bayi sampai anaknya sudah besar ada yang ikut," kata Yuni saat dihubungi kumparanMOM, Senin (9/8).
ADVERTISEMENT
Bahkan, saat HUT RI, Rumah Main STrEAM ikut memperingatinya, Moms! Ya, tiap 17 Agustus, Rumah Main STrEAM mengadakan kegiatan bernama "Naikkan Benderamu". Di acara tersebut, nantinya akan ada sesi webinar atau zoom bersama orang tua dan tentunya sang anak tentang cara membuat bendera merah putih menggunakan kertas origami. Setelah selesai, bendera pun dikibarkan oleh seluruh peserta yang ikut. Tentunya, permainan ini didukung oleh pendekatan pembelajaran STEAM.
Rangkul
Rangkul Day. Dok: Rangkul.
Komunitas Rangkul didirikan sejak 2015 oleh Najelaa Shihab, setelah sebelumnya di tahun 2013 menginisiasi Keluarga Kita. Tujuan didirikannya adalah untuk meningkatkan keberdayaan orang tua sebagai penggerak pendidikan keluarga.
"Visinya meningkatkan kapasitas orang tua dalam pengasuhan. Kami ingin mengajak orang tua belajar agar dapat mencintai dengan lebih baik karena tidak ada orang tua yang sempurna dan pengasuhan urusan bersama. Bagaimana anak kita diasuh akan memengaruhi anak lain dan bagaimana anak lain diasuh juga memengaruhi anak kita," jelas Siti Nur Andini Manajer Program Keluarga Kita kepada kumparanMOM, Minggu (15/8).
ADVERTISEMENT
Peran utama Rangkul adalah menyebarkan pendidikan keluarga lewat sesi-sesi pengasuhan atau biasa disebut Sesi Rangkul yang diselenggarakan secara terstruktur dan terukur dengan panduan dari Keluarga Kita, Moms. Ciri khas Sesi Rangkul adalah proses refleksi yang terjadi lewat berbagi cerita, mulai dari fasilitator yang kemudia mengajak peserta turut berbagi cerita tanpa menghakimi dan menggurui sehingga jadi tempat yang nyaman bagi orang tua untuk saling belajar dan saling mendukung.
Selain itu, Pengelolaan Rangkul dilakukan secara reguler lewat WA Group wilayah dan Grup Telegram Nasional. Kegiatannya mulai dari diskusi, olahraga bersama, serta kumpul Rangkul yang jadi ajang curhat dan saling menguatkan. Pengelolaan Rangkul juga dilakukan oleh sesama relawan yang masa kepengurusannya berganti setiap tahun.
ADVERTISEMENT
Para Rangkul juga mendapatkan kesempatan pengembangan diri untuk meningkatkan keterampilannya. Mulai dari menjalankan peran di Sesi Rangkul, menjadi Penggerak Rangkul yang berperan mendampingi wilayah Rangkul dan membuka kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, hingga sebagai Pelatih Pendidikan Keluarga yang berperan menjadi fasilitator dan pelatih di berbagai kesempatan, seperti pelatihan, seminar, dan kegiatan Keluarga Kita.
Ke depan, Rangkul berharap bisa semakin luas menjangkau seluruh pelosok Indonesia serta dapat menjadi teman perjalanan pengasuhan bagi keluarga Indonesia.
SafeKids Indonesia
Komunitas SafeKids Indonesia. Foto: Instagram/@safekidsindo
SafeKids Indonesia (SKI) merupakan komunitas yang berfokus pada keselamatan keluarga dan anak (home and child safety). Didirikan sejak tahun 2015, inisiator komunitas SKI, Wahyu Setyawan Minarto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengetahui bahaya dan mengurangi risiko yang terdapat di dalam rumah, selama perjalanan, dan di tempat tujuan untuk menciptakan lingkungan yang bebas cedera, aman, dan tentunya ramah untuk anak-anak Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Banyaknya kasus cedera terhadap anak yang sebenarnya dapat dicegah merupakan salah satu latar belakang kami mendirikan SafeKids Indonesia," kata pria yang akrab disapa Paman Billie ketika dihubungi kumparanMOM, Minggu (15/8).
Cedera pada anak, masih kata Paman Billie, dapat berpengaruh ke tumbuh kembang dan masa depan anak. Misalnya, cacat permanen hingga kematian.
SKI sendiri telah mengadakan berbagai pelatihan atau seminar untuk anak, orang tua, maupun guru. Tak hanya itu, sosialisasi soal kegiatan SKI pun mereka lalukan lewat media sosial, seperti Instagram @/safekidsindo dan di website resminya. safekidsindonesia(dot)wordpress(dot)com. Ada pun di masa pandemi ini, kegiatan mereka pun tetap berjalan secara online lewat webinar.
Dengan adanya SKI, Paman Billie berharap, orang dewasa yang menjadi pengasuh atau berada di sekitar anak, dapat mengetahui bahaya dan risiko selama si kecil beraktivitas. Dengan begitu, risiko bahaya saat anak bermain bisa berkurang, serta si kecil punya lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembang.
Ilustrasi komunitas parenting. Dok: Shutterstock
Nah, untuk merayakan 17 Agustusan, kumparan menggelar acara Karnaval Kemerdekaan sebagai perayaan Hari Kemerdekaan secara digital di tengah pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Rangkaian Karnaval Kemerdekaan dimulai pada 1 Agustus mendatang. Acara puncaknya tentu dilangsungkan pada 17 Agustus, tepat pada Hari Kemerdekaan RI.
Karena perayaan Hari Kemerdekaan begitu identik dengan perlombaan, pada 1—16 Agustus diadakan Lomba Agustusan Virtual dengan hadiah jutaan rupiah. kumparan mengajak para pembaca untuk mengikuti sejumlah lomba, yakni Parade Filter Instagram, Virtual Kemerdekarun, Pawai Tik Tok Challenge, dan Merdeka Trivia Quiz.
Live Streaming Kemerdekaan yang dijadwalkan pada 17 Agustus mendatang menjadi main event dalam Karnaval Kemerdekaan. Dalam tiga jam, tepatnya pukul 12.00—15.00 WIB, pembaca disajikan beragam konten, yakni Virtual Talk Bersama Pejabat, Virtual Talk Bersama Public Figure, Panggung Komunitas, Konser Merah Putih, Panggung Komedi Negeri, Video indonesia Merdeka, serta Live Quiz.
ADVERTISEMENT
Jadi, catat tanggalnya dan nantikan keseruan rangkaian Karnaval Kemerdekaan!
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten