Keren! Anak-anak Down Syndrome Main Perkusi di Festival Hari Anak 2023
ยทwaktu baca 2 menit

Selain ragam permainan dan aktivitas edukasi, kumparanMOM Festival Hari Anak 2023 juga dimeriahkan oleh penampilan perkusi dari anak-anak down syndrome dari komunitas Potads (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) Indonesia. Ada enam anak yang hari ini menampilkan potajembe atau perkusi yang disambut meriah oleh pengunjung FHA 2023.
Meski memiliki keterbatasan, anak-anak dengan down syndrome ini berhasil tampil dengan apik dan mendapatkan apresiasi dari para pengunjung. Mulai dari pertunjukkan perkusi secara grup, kemudian solo, dan juga melakukan permainan perkusi dengan ritem sesuai dengan tepuk tangan penonton. Wah, seru banget, deh, Moms!
Yani, salah satu perwakilan dari Potads Indonesia menuturkan, anak-anak down syndrome tersebut sempat melakukan latihan khusus sebelum penampilan hari ini. Menurutnya, proses latihan berjalan dengan banyak hambatan karena anak dengan down syndrome memiliki karakter yang berbeda dengan anak-anak lainnya.
"Nanti ada yang ngikutin, ada juga yang enggak, jadi pelatihnya juga emang harus ngikutin mood-nya mereka yang berubah-ubah. Jadi, ya emang harus sabar, ya," ungkap Yani pada kumparanMOM (29/7).
Nah Moms, selain perkusi, komunitas Potads juga memiliki banyak aktivitas lain untuk mendukung produktivitas anak down syndrome, lho. Di antaranya, karate, taekwondo, kerajinan tangan, hingga barista. Bahkan, produk hasil dari kegiatan ini juga sudah pernah terjual banyak di acara bazar. Ini merupakan salah satu cara komunitas Potads untuk terus memberdayakan anak-anak dengan down syndrome pada aktivitas yang positif.
Komunitas Potads sudah tersebar di 10 kota di Indonesia. Oleh karenanya, ibu dan ayah juga bisa langsung mendaftar ke akun media sosial Instagram mereka di @potads jika ingin buah hatinya mengikuti berbagai kegiatan yang menyenangkan bersama komunitas ini.
Yani berharap, kehadiran Potads menambah semangat bagi orang tua dengan anak down syndrome lebih bersemangat untuk memberikan stimulasi terbaik agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
"Mencari informasi tentang down syndrome di Indonesia itu masih sulit, ya. Jadi kita pengen jadi komunitas yang memang peduli dengan down syndrome dan memberdayakan mereka juga," pungkas Yani.
