Keuntungan Punya Anak dengan Jarak Usia Jauh
·waktu baca 3 menit

Sebagian ibu mungkin mempertimbangkan berbagai hal jika ingin hamil lagi. Salah satunya adalah jarak usia anak. Ya Moms, beberapa ibu mungkin menginginkan anak dengan jarak usia yang dekat karena mereka ingin memanfaatkan masa subur dengan optimal. Namun, tak sedikit juga yang ingin punya anak dengan jarak usia yang jauh karena alasan tertentu.
Sebenarnya, tidak ada ukuran jarak usia yang pakem antara satu kehamilan dengan kehamilan selanjutnya. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jarak minimal kehamilan yang disarankan adalah 2 – 3 tahun. Tujuannya untuk memberikan waktu bagi tubuh ibu untuk kembali pulih dan agar ibu dapat merawat bayi dengan optimal.
Namun, beberapa orang tua mungkin memutuskan untuk memiliki anak lagi dengan jarak 3 tahun atau lebih. Bahkan, memiliki anak dengan jarak usia yang jauh ternyata memiliki keuntungan tersendiri, lho. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Verywell Family.
Manfaat Punya Anak dengan Selisih Usia yang Jauh
1. Dapat Memberikan Perhatian pada Setiap Anak secara Optimal
Ketika Anda memiliki anak dengan jarak usia yang jauh, Anda cenderung dapat memberikan perhatian pada setiap anak secara optimal. Pada pagi hingga siang hari, Anda mungkin akan fokus merawat bayi, sedangkan anak yang lebih besar akan pergi ke sekolah. Kemudian, pada sore dan malam harinya, Anda bisa menemani si sulung belajar selagi si bungsu tidur.
2. Bisa Beristirahat Sejenak setelah Hamil Pertama
Setelah hamil, melahirkan, dan merawat anak pertama, Anda punya waktu lebih lama untuk beristirahat dan fokus mengurus hal lain, misalnya saja pekerjaan. Selain itu, Anda juga punya waktu lebih banyak untuk mendukung tumbuh kembang si sulung dan memperhatikan perkembangannya di sekolah.
3. Persaingan Antar-anak dapat Diminimalkan
Ketika anak satu dengan anak lainnya memiliki jarak usia yang jauh, kemungkinan mereka akan bersaing satu sama lain lebih sedikit. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat atau kelas di sekolah, lingkungan pertemanan, dan fokus tujuan yang berbeda. Setiap ada masalah pun, si sulung sudah paham tentang konsep mengalah, sehingga masalah pun lebih cepat terselesaikan.
4. Si Sulung Bisa Membantu Menjaga Si Bungsu
Dengan jarak usia yang jauh, si sulung cenderung lebih cepat paham jika dijelaskan tentang cara menjaga dan mengawasi adiknya. Anda pun tidak perlu terlalu khawatir saat meninggalkan mereka berdua selagi Anda mengerjakan hal lain di rumah.
5. Si Sulung dan Si Bungsu saling Belajar Satu Sama Lain
Tak hanya bisa menjaga adiknya, si sulung mungkin akan belajar untuk bertanggung jawab dan menjadi contoh yang baik. Si bungsu juga mungkin akan menjadikan kakaknya sebagai panutan. Ia mungkin ingin bersekolah di sekolah yang sama dengan kakaknya, ingin mencoba hobi yang dilakukan kakaknya, dan lain sebagainya.
