Kumparan Logo

Komplikasi Meningitis pada Anak yang Perlu Diwaspadai

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak pusing karena meningitis. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak pusing karena meningitis. Foto: Shutter Stock

Selain orang dewasa, meningitis juga bisa terjadi pada anak-anak. Biasanya, penyakit yang menyerang sistem saraf pusat ini ditularkan melalui air liur, droplet, makanan yang terkontaminasi, debu, hingga penyakit autoimun.

Ya Moms, meningitis merupakan infeksi saraf yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Mengutip Mom Junction, meningitis pada anak dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit.

Sama seperti infeksi lainnya, meningitis juga menimbulkan beberapa gejala pada anak, seperti demam, sakit kepala, muntah, dan kejang. Bahkan, beberapa anak yang terkena meningitis kerap mengalami ngantuk terus-menerus, otot-otot leher kaku, muncul ruam merah di beberapa bagian tubuh, timbul benjolan di ubun-ubun, hingga penurunan nafsu makan.

Ilustrasi anak demam. Foto: Shutter Stock

Oleh karena itu, bila si kecil mengalami beberapa gejala di atas, segera bawa ke dokter untuk mengesampingkan kemungkinan terserang infeksi ini. Biasanya, dokter akan melakukan berbagai jenis pemeriksaan, seperti tes darah, uji sampel tinja dan urine, CT scan, dan uji sampel cairan sumsum tulang belakang anak.

Ya Moms, penyakit ini termasuk salah satu yang perlu diwaspadai. Sebab, bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan beberapa komplikasi jangka panjang pada anak. Apa saja?

Beragam Komplikasi Meningitis pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi anak sakit kepala. Foto: Shutterstock

Beberapa komplikasi meningitis yang bisa terjadi pada anak, yaitu:

  • Gangguan neurologis seperti cerebral palsy dan infeksi berulang.

  • Masalah intelektual seperti IQ rendah, attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD), hingga kemampuan kognitif yang terbatas.

  • Mudah lelah dan lesu.

  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur di salah satu atau kedua mata, hingga berisiko mengalami kebutaan.

  • Gangguan pendengaran.

  • Sakit kepala terus-menerus.

  • Gerakan anggota tubuh jadi lebih terbatas, sehingga menghambat kemampuan anak untuk aktif bergerak atau berolahraga.

  • Sepsis atau keracunan darah adalah respons tubuh yang berlebihan terhadap bakteri yang menyebabkan meningitis. Kondisi ini juga dapat melipatgandakan intensitas gejala meningitis pada anak.

  • Perubahan suasana hati.

  • Kehilangan memori jangka pendek.

Untuk menghindarinya, biasakan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat pada anak, seperti rajin mencuci tangan, tidak bertukar alat makan, serta menutup mulut dan hidung saat bersin ataupun batuk, Moms.

kumparan post embed